Pemprov Sulut Kaji Investasi Pembangunan Pabrik Semen

Voucke Lontaan
14/7/2016 18:20
Pemprov Sulut Kaji Investasi Pembangunan Pabrik Semen
(ANTARA)

PEMERINTAH Provinsi Utara (Sulut), menolak investasi swasta membangun pabrik Semen di Desa Lokas, Kabupaten Bolaang Mongondow. Alasannya, hingga kini masih sedang dikaji tentang kebenaran dan keberadaan perusahaan yang menawarkan diri berkeinginan menangani areal pertambangan pabrik semen.

"Perusahaan investasi Rp10 trilun membuat pabrik semen di Sulawesi Utara, itu omong kosong. Apa benar cerita itu. Kita harus kaji dalu perusahaan yang menawarkan diri dan harus mengikuti aturan, perusahaan itu belum punya izin dari pemerintah tidak boleh ada aktifitas di lokasi pertambangan pembuatan pabrik semen," tegas Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandow di Manado, Kamis (14/7).

Dua perusahaan yang bersaing menawarkan melakukan investasi pembangunan pabrik semen di Sulawesi Utara adalah PT Indonesia Timur Semen dan PT Conch. Steven mengatakan, tidak ada birokrasi yang menghambat investasi di Sulawesi Utara, bila semua persyaratan dilengkapi dan perusahaan benar-benar bonafit.

Sementara itu Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Sulut Sanny Parengkuan menjelaskan, sesuai aturan pertambangan, perusahaan yang lebih dulu menyatakan bersedia investasi yang harus diakomodir. Perusahaanitu adalah PT Indonesia Timur Semen.

Menurut Sanny, PT Indonesia Timur Semen juga bersedia melakukan investasi pembuatan pabrik semen senilai Rp10 trliun. Perusahaan ini telah mengikuti prosedur aturan melalui perizinan satu atap yang sudah ditandatangani pejabat instansi terkait ditingkat provinsi.

"Persetujuan lewat perizinan satu atap itu tahap awal, belum berupa izin karena belum disetujui Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Nanti, setelah disetujui tahap selanjutnya, perusahaan itu mengantongi WIUP ( wilayah izin usaha pertambangan) dan izin usaha pertambangan dari pemerintah, baru bisa beroparas," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya