Tempe dan Oncom Langka di Sumatra Selatan

Dwi Apriani
14/7/2016 18:05
Tempe dan Oncom Langka di Sumatra Selatan
(Dok. MI)

BOSAN dengan daging dan ayam, banyak masyarakat yang ingin mengkonsumsi tempe untuk makanan sehari-hari. Namun di Sumatra Selatan, tempe yang biasanya banyak dijual kini mengalami kelangkaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Selatan, Permana mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim khusus pemantau kebutuhan pokok di Sumatra Selatan. Seperti di Palembang, Ogan Ilir, Prabumulih dan Banyuasin. Namun, diakuinya, tempe memang sulit
ditemukan.

"Tempe dan oncom itu dibuat oleh warga asal Jawa yang tinggal di Sumatra Selatan. Tapi banyak diantara mereka yang belum kembali dari mudik lebaran. Ini yang membuat tempe sulit ditemukan," ucapnya, Kamis (14/7).

Ia menerangkan, selain karena pedagang yang belum kembali dari mudik lebaran, namun karena pembuatan tempe menggunakan proses permentasi yang butuhkan waktu lama. Permentasi untuk tempe tak bisa dibuat hanya 2-3 jam, melainkan butuh waktu sekitar 2-3 hari.

"Kita prediksi tempe akan mulai membanjiri pasar kembali pada 2 minggu pascalebaran. Permintaan di pasar cukup banyak, tapi pasokannya kurang," terang dia.

Permana mengungkap, produksi tempe di Palembang cukup besar, dikerjakan oleh usaha rumahan. Banyak proses pembuatan tempe berada di pinggiran kota dan distribusinya ke Sumatra Selatan.

Salah satu pedagang Pasar Palima Palembang, Maimunah mengungkapkan, dirinya tak menjual tempe seperti jumlah biasanya. Biasanya ia menjual sekitar 300 bungkus ukuran sedang, dan 200 tempe daun, Namun usai lebaran ini hanya menjual sekitar 50 bungkus tempe saja.

"Belum banyak rumah produksi tempe yang menyuplai tempenya. Mungkin karena banyak rumah produksi yang masih libur," cetusnya.

Untuk mendapatkan pasokan tempe itu, kata dia, harus dicari ke daerah lain. Ia mengaku mengambil pasokan tempe dari Muara Enim.

"Karena itu yang bisa saya jual tempe yang tak segar seperti biasanya. Kondisi tempe ini sudah telat satu hari dan mengkerut. Tempe kan tidak
bisa disimpan lama. Ini memang dari pasokannya seperti ini," beber dia.

Karena kelangkaan ini maka berpengaruh pada harga tempe sendiri. Untuk harga tempe ukuran besar biasanya Rp2500 naik menjadi Rp5000, ukuran sedang dari Rp2000 menjadi Rp3000 dan ukuran kecil dari Rp1000 menjadi Rp1500. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya