Sungai Meluap, Tujuh Desa di Malaka Terancam Banjir

Palce Amalo
14/7/2016 17:12
Sungai Meluap, Tujuh Desa di Malaka Terancam Banjir
(MI/PALCE AMALO)

TUJUH desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terancam terendam banjir menyusul meluapnya dua sungai di daerah itu akibat hujan lebat yang berlangsung sejak Rabu (13/7) malam. Sampai Kamis (14/7) hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut.

"Air sudah mulai memasuki permukiman, tetapi ini limpasan air dari sungai," kata Camat Malaka Barat Yustinus Nahak. Empat di antara tujuh desa terletak di bantaran Sungai Benanain yakni Motaulun, Maktihan, Na'as, dan Besikama. Tiga desa lainnya terletak di bantaran Sungai Wemean yakni Rabasahain, Rabasa, dan Lofun.

Yustinus mengatakan ketinggiaan air di desa-desa tersebut antara 10-15 sentimeter tidak menganggu aktivitas warga. Air masuk ke permukiman penduduk melalui celah dinding penahan air yang dibangun di bantaran sungai.

"Terjadi banjir besar jika air masuk melalui bagian atas tembok. Karena itu saya menghimbau masyarakat untuk siaga," ujarnya.

Menurutnya, banjir berpotensi merendam desa-desa tersebut jika hujan di daerah hulu tidak berhenti. Jika banjir di sungai terus bertambah tinggi, ia yakin tujuh desa tersebut akan tergenang air. "Saya sudah umumkan kepada warga tetap waspada dan siap mengungsi jika terjadi banjir," katanya.

Ia mengatakan sebagian besar warga desa yang bermukim dekat bantaran sungai memiliki rumah panggung sehingga banjir dengan ketinggian di bawah dua meter sehingga mereka aman jika terjadi banjir. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya