Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola berharap dengan dilantiknya Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai Kepala Polri, penangkapan Santoso, gembong teroris yang bersembunyi di hutan Poso bersama para pengikutnya bisa segera jadi kenyataan.
"Saya optimistis Operasi Tinombala yang sedang digelar Polri dan TNI di Poso akan berhasil," kata Longki di Palu, Kamis (14/7), ketika diminta komentarnya terkait pelantikan Kapolri baru oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (13/7).
Menurut Longki, Kapolri baru Tito Karnavian tidak hanya memiliki kapasitas dan wewenang yang besar dalam Operasi Tinombala karena saat ini menjabat Kapolri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), tetapi juga mengetahui situasi dan kondisi daerah operasi karena pernah bertugas di sana.
"Ini nilai lebih dari Kapolri baru kita pak Tito dalam kaitannya dengan Operasi pemberantasan aksi terorisme dan penyebaran ajaran radikal di Poso," ujarnya.
Gubernur mengaku bahwa masyarakat Sulawesi Tengah berharap banyak kepada Kapolri baru untuk segera menuntaskan kasus terorisme di Poso, sehingga daerah itu tidak lagi dibayang-bayangi oleh pemberitaan media mengenai aktivitas teror yang membuat investor dan wisatawan takut masuk ke daerah itu.
Longki juga kembali mengemukakan imbauannya agar Santoso dan para pengikutnya menyerahkan diri saja dan dirinya akan memberikan jaminan bahwa mereka akan diperlakukan dengan baik dalam menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kriminal yang mereka lakukan selama ini.
Hal yang sama pernah dikemukakan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi agar Santoso menyerahkan diri dan polisi menjamin Santoso dan keluarganya akan dilindungi dan diperlakukan baik selama menjalani proses hukum.
"Saya jamin tidak akan ada penyiksaan," ujar Rudy dan berharap penyerahan diri Santoso dan pengikutnya akan mengakhiri Operasi Tinombala, sehingga tidak ada lagi penumpahan darah di Poso seperti penembakan yang melukai bahkan menewaskan mereka yang tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus teror di Poso.
Menurut Rudy, Operasi Tinombala yang sedang berlangsung dan melibatkan sekitar 2.500 personel Polri dan TNI dari kesatuan-kesatuan elite itu masih memburu 21 orang, termasuk pemimpin mereka Santoso yang diketahui telah berbaiat untuk IS tersebut. (Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved