Tinggi Gelombang Lima Meter, Pelayaran di NTT Lumpuh

Palce Amalo
14/7/2016 08:56
Tinggi Gelombang Lima Meter, Pelayaran di NTT Lumpuh
(ANTARA FOTO/Rahmad)

CUACA buruk melanda perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/7) mengakibatkan aktivitas pelayaran antarpulau di daerah itu lumpuh.

Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, tinggi gelombang di perairan berkisar 3-5 meter dan kecepatan angin antara 10-25 knot. Kondisi cuaca seperti itu membahayakan pelayaran.

General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kupang Arnoldus Yansen mengatakan pelayaran yang lumpuh yakni rute Kupang-Rote (pp) yang dilayari Kapal Motor (KM) Ranaka dan rute Sabu-Kupang yang dilayari KM Ile Labalekan.

Dua kapal tersebut sampai pukul 08.00 Wita masih sandar di pelabuhan Penyeberangan Bolok.

"Pelayaran ke Larantuka (Flores Timur) dan Aimere (Kabupaten Nagekeo) tetap beroperasi," katanya ketika dihubungi Media Indonesia, Kamis (14/7).

Penutupan sementara pelayaran sempat memicu penumpukan penumpang di pelabuhan. Namun, mereka kemudian memilih pulang ke rumah masing-masing.

Di terminal keberangkatan juga terlihat antrean puluhan truk ekspedisi yang mengangkut barang kelontong dan bahan bangunan tujuan Pulau Rote.

Gelombang tinggi di perairan NTT tersebut terjadi di Selat Pukuafu hingga perairan Pulau Rote antara 1,5-4 meter, Laut Sawu antara 2-4 meter.

Selanjutnya tinggi gelombang di Selat Sumba antara 1,5-2,5 meter, Laut Timor 2,5-5 meter, perairan selatan Sumba antara 1,5-3 meter, Samudera Hindia selatan NTT antara 2,5-5 meter.

Sementara itu, KM Ine Rie II dijadwalkan tetap berlayar dari Kupang menuju Aimere kemudian melanjutkan pelayaran ke Waingapu, Sumba Timur. Kapal lainnya, KM Uma Kalada berlayar dari Maumere tujua Pulau Palue, dan KM Ile Ape yang berlayar dari Waingapu-Ende. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya