Truk dan Pemudik kembali Padati Jalur Pantura

Akhmad Safuan
14/7/2016 03:55
Truk dan Pemudik kembali Padati Jalur Pantura
(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

KENDARAAN angkutan barang bersumbu lebar terlihat memenuhi ruas Semarang-Brebes, di jalur pantura, Jawa Tengah, Rabu (13/7). Padahal, Kementerian Perhubungan mengaku belum mencabut larangan truk melintas. Arus tersendat di beberapa titik hingga puluhan kilometer, terutama di daerah kota seperti semarang, Pekalongan, dan Tegal, berbarengan dengan acara Syawalan. Pemandangan yang sama terlihat di ruas Semarang-Kendal. Memasuki perbatasan daerah di Mangkang-jalur Lingkar Kaliwungu, kendaran arus balik menuju ke arah barat (Jakarta/Bandung) hanya dapat melintas di jalur lingkar.

Pasalnya, ruas jalan menuju Kaliwungu ditutup sejak Selasa (12/7) malam dan hanya kendaran roda dua yang diperbolehkan masuk. "Seluruh kendaran kita alihkan ke jalur lingkar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kendal Subarso, Rabu (13/7). Memasuki Kota Tegal, meskipun tidak ada acara Syawalan, pertemuan kendaran dari arah selatan (Slawi, Purwokerto) membuat padat Simpang Maya. Kendaran arus balik harus merambat hingga keluar melalui Tol Brebes Timur (Brexit) yang hanya dibuka untuk kendaran dari arah timur.

Antrean panjang juga terjadi di jalur tengah penghubung antara jalur selatan ke pantura di wilayah Ajibarang dan Pekuncen, Banyumas, hingga perbatasan Brebes. Truk dan tronton sudah diperbolehkan beroperasi kembali mulai kemarin. Walhasil, jalur tengah tersebut semakin penuh kendaraan. Di jalur utama Yogyakarta-Solo, petugas Polres Klaten, Jawa Tengah, harus menilang tegas pengemudi truk pasir yang masih nekat melintas, kemarin.

Kira-kira 5 kilometer memasuki Brebes kota, banyak truk melintas dan bersaing dengan kendaraan pemudik. Tak pelak, jalanan ikut tersendat. "Saya berangkat dari Semarang tadi malam, tapi kena kemacetan di Kota Tegal," ujar Gepeng, pengemudi truk yang ditemui tengah beristirahat di ruas jalur Pantura Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Kepadatan juga masih terjadi di Gerbang Tol (GT) Palimanan. Pada Selasa (12/7) pukul 06.00 hingga Rabu (13/7) pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 59.030 kendaraan melintas per hari.

Jangan trauma
Kementerian Perhubungan berharap masyarakat tidak trauma dengan peristiwa kemacetan parah di Gerbang Tol Brebes Timur (Brexit), pekan lalu. Kemenhub mengakui infrastruktur yang belum selesai dibangun turut andil dalam hal itu. "Infrastukturnya masih proses pembangunan. Kalau kita bandingkan infrastruktur Cikarang utama keluar masuk kita asumsikan Cikarang pintu masuk besar. Brexit kecil sehingga terjadi bottleneck,"kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Iskandar Hartanto di Jakarta.

Begitu juga dengan fasilitas di Tol Cipali hingga GT Brebes Timur yang minim SPBU dan Rest Area. Data sementara Kemenhub, pemudik dengan angkutan jalan, khususnya bus AKAP turun 12,29% dari tahun lalu. Adapun, moda udara naik signifikan menjadi 14%-15%. "Ini di atas prediksi kita," kata Suprasetyo. Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Haryanta mengatakan animo masyarakat untuk mengikuti angkutan sepeda motor gratis cukup tinggi. (JI/LD/JS/UL/AD/FL/AT/BB/Adi/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya