2.000 Wisman Asal Tiongkok Kunjungi Manado

13/7/2016 19:47
2.000 Wisman Asal Tiongkok Kunjungi Manado
(Dok. MI)

RIBUAN turis asal Tiongkok kembali mendatangi Manado, Sulawesi Utara. Selasa (12/7), 2.000 wisatawan Tiongkok tiba di Bandara Sam Ratulangi. Para turis tersebut tiba dengan pesawat charter Lion Air dari delapan kota di Tiongkok.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey tidak terlalu khawatir. Persiapan penyambutan ribuan wisatawan itu, menurutnya, sudah disiapkan sejak dua bulan silam.

“Mudah-mudahan lancar. Rute penerbangan Tiongkok-Manado, Manado-Tiongkok bisa secepatnya menjadi rute reguler agar target 1 juta turis ke Sulut sesuai proyeksi Kementerian Pariwisata segera tercapai,” harap Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang didampingi Kadisbudpar Happy Korah.

Politisi PDI-P itu mengakui, saat ini Sulut masih kekurangan fasilitas kamar hotel. Sulut masih butuh lebih banyak akomodasi atau amenitas untuk memastikan turis Tiongkok itu tertangani dengan baik.

“Saya sudah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembiayaan di beberapa tempat pariwisata, khususnya di Bunaken. Seperti retribusi, semua harus free bagi masyarakat maupun turis,” terang Olly.

Gubernur Sulut mengaku akan all out mengawal pelayanan bagi ribuan turis yang hadir ke Manado itu. Dia sepakat dengan Menteri Pariwisata par Arief Yahya bahwa kunci keberhasilan menggaet pasar Tiongkok adalah pelayanan. Tanpa itu, cita-cita besar itu hanya akan menguap di awang-awang.

“Kami fokus mengerahkan sumberdaya, perhatian, pikiran, waktu, tenaga dan dana untuk menyukseskan Pariwisata Sulut. Ini bukan cuma hajatan dinas pariwisata. Tapi seluruh komponen pemerintah se-Sulut, termasuk pihak swasta, terutama pelaku usaha wisata. Semua akan menerima banyak manfaat dari sini,” ungkap Olly.

Sedangkan Arief Yahya memuji langkah-langkah Olly yang serius menjadikan pariwisata sebagai portofolio bisnis dalam memimpin Sulawesi Utara itu. "Pastikan 3A –Atraksi, Akses dan Amenitas- benar-benar berkelas dunia. Atraksi, sudah punya Bunaken, beberapa danau, kuliner dan budaya yang cukup kuat," jelas Menpar. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya