Tol Brebes-Pejagan Mulai Dibuka

Supardji Rasban
21/7/2015 00:00
Tol Brebes-Pejagan Mulai Dibuka
(ANTARA/Sigid Kurniawan)
MEMASUKI hari keempat Lebaran (20/7), arus balik melalui tol darurat Brebes-Pejagan, Jawa Tengah, mulai dibuka. Pasalnya, kendaraan arus balik yang melalui Kota Brebes mengalami lonjakan. Hingga sekarang, petugas belum melakukan rekayasa lalu lintas karena kondisinya masih normal.

Kepala Pos Pengamanan Lebaran di Brebes Timur, Iptu Tasjuli, mengatakan pintu Tol Brebes-Pejagan mulai dibuka pukul 09.30 WIB, kemarin. "Arus balik melalui tol darurat Brebes-Pejagan selanjutnya akan masuk Tol Pejagan-Kanci dan seterusnya menuju Tol Cikampek-Jakarta," jelas Tasjuli, kemarin.

Sementara itu, data dari Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Brebes menyebutkan arus balik yang keluar Brebes melalui Pospam Tanjung hingga pukul 13.00 WIB, kemarin, mencapai 22.282 kendaraan.

Sementara itu, pada hari yang sama pada 2014, yang melintas sebanyak 28.869 kendaraan. Itu berarti terjadi penurunan.

Lonjakan arus balik juga mulai terlihat di terminal bus Temanggung. Sebanyak 1.280 penumpang per hari menggunakan jasa angkutan bus Safari Dharma Raya pada arus balik tahun ini. Jumlah penumpang itu meningkat 600% lebih jika dibandingkan dengan hari biasa. Pada hari biasa, bus tersebut hanya mengangkut 140 penumpang. 

"Peningkatan jumlah penumpang paling tinggi pada 22 sampai 26 Juli untuk jurusan Jakarta, Tangerang, Bogor, Malang, Surabaya, Mataram, dan Denpasar," ujar Nicholas, Marketing Bus Safari Dharma Raya.

Jalur selatan ke arah Jakarta maupun Yogyakarta di sepanjang Kebumen hingga Banyumas, mulai macet. Arus balik ke Jakarta mulai terlihat dibarengi dengan banyaknya kawasan wisata yang dipadati pengunjung. Polres Banyumas pun telah melakukan rekayasa dengan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif.

Pantura Jawa Timur pun tidak luput dari kemacetan kendaraan arus balik. Kendaraan bernomor polisi B mendominasi ruas jalur pantura mulai dari Lamongan, Gresik, dan Surabaya.

 "Dalam dua hari ini, kendaraan luar kota mendominasi hampir semua ruas jalan di jalan nasional dan provinsi," kata Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi.
 
Para pemudik pun harus waspada di sepanjang pantura karena pembangunan Jembatan Manyar dan Sembayat di pantura, Kabupaten Gresik, belum tuntas dikerjakan meskipun telah dilintasi kendaraan.

Puncak balik
Pada bagian lain, Kementerian Perhubungan belum dapat memprediksi waktu puncak arus balik Lebaran tahun ini. Arus balik tahun ini diperkirakan terbagi ke beberapa gelombang.

Ketua Posko Mudik Harian Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul mengatakan penyebabnya ialah ketidaksamaan masa libur pegawai negeri dan swasta tahun ini. (FL/YK/TS/Jay/LD/N-4)

supardji@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya