Bandara Ngurah Rai Antisipasi Masuknya Teroris

Arnoldus Dhae
13/7/2016 19:42
Bandara Ngurah Rai Antisipasi Masuknya Teroris
(FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

BANDARA Internasional Ngurah Rai Bali melakukan upaya secara ketat untuk mengantisIpasi aksi teroris. Selama ini, selain narkoba, kelompok radikal Islamic State (IS) juga berusaha untuk masuk ke Bali.

Setelah serangan bom bunuh diri Mapolresta Surakarta Solo dan Arab Saudi, status waspada diberlakukan di Bandara Ngurah Rai.

General Manager Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Trikora Harjo mengatakan sedikitnya ada 1.400 petugas pengamanan bersiaga penuh dalam status siaga pengamanan.Tidak hanya dari tim Gegana, Tim Jihandak, TNI AU dan TNI AD bersiaga, petugas Avsec juga disiagakan total.

Pemeriksaan barang secara total dilakukan berlaku baik yang datang maupun yang pergi dari dan ke Bali. "Melihat status siaga ini, kita siaga dengan pengamanan pada sektor kawasan khusus. Guna mengantisipasi terbacanya pengamanan bandara, petugas selain bersiaga penuh juga melakukan operasi atau pemeriksaan barang bawaan penumpang," ungkap Trikora, Rabu (13/7).

Selain mengamankan kawasan terminal domestik, petugas keamanan juga menjaga ketat terminal internasional tempat wisatawan mancanegara datang dan pergi. Dalam pengamanan tersebut tampak petugas penjinak bom dan juga petugas bersenjata laras panjang disiagakan 24 jam.

"Tidak hanya pada jalur keluar masuknya penumpang yang kita awasi. Pada jalur-jalur tikus yang dimungkinkan ada dan terjadi, kita juga pantau," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya