Gedung KNPI Kaltim Terbengkalai

Syahrul Karim
13/7/2016 17:49
Gedung KNPI Kaltim Terbengkalai
(Istimewa)

LAMA tidak digunakan, Gedung Graha Pemuda Herlan Agus Salim di komplek KNPI Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan AW yahranie habis dijarah oleh kawanan pencuri. Akibat penjarahan ini, pemerintah mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar.

Gedung Graha Pemuda Kaltim yang diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo di Samarinda, Oktober 2013 lalu tampak tidak terawat. Padahal, gedung yang diresmikan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda Nasional (HSPN) ke-85 ini harapannya menjadi pusat kegiatan pemuda Kaltim untuk berkreativitas dalam melakukan kegiatan.

Namun gedung yang dibangun menggunakan dana sharing APBD Kaltim dan APBD Kota Samarinda senilai Rp27 miliar itu jarang sekali digunakan
untuk kegiatan kepemudaan. Saat dilakukan monitoring aset oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda pada awal pekan ini, gedung ini ditemukan sudah dalam kondisi rusak berat.

Kusen kaca yang terbuat dari aluminium dijarah sekelompok pencuri. Sebagian kaca nako yang terpasang di sekeliling gedung raib. Pecahan kaca terlihat berserakan di dalam gedung yang mampu menampung 6000 orang di dalamnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda, Ibnu Arby, Rabu (12/7) mengatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa pelaku yang melakukan penjarahan. Melihat kerusakan yang terjadi di bangunan itu, Arby mengaku bahwa pelaku lama beroperasi di tempat itu dan kejadian ini tidak dilakukan dalam satu malam. "Kalau kita hitung kasat mata kerugian mencapai Rp1 milyar," ujar Arby.

Sangat disayangkan kejadian tersebut menimpa gedung yang seharusnya menjadi ajang kebangkitan pemuda Kaltim. Gedung ini diharap bisa meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan, misalnya menjadi pusat kegiatan kewirausahaan pemuda guna pengembangan kapasitas pemuda dan pemberdayaan pemuda.

"Kasusnya sendiri saat ini masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polresta Samarinda. Lokasi ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya