Sampah Numpuk, Kepala Dinas Kebersihan Samarinda Dicopot

Syahrul Karim
13/7/2016 17:25
Sampah Numpuk, Kepala Dinas Kebersihan Samarinda Dicopot
(Dok. MI)

WALI KOTA Samarinda, Kalimantan Timur, Syaharie Jaang mencopot Dadang Airlangga dari posisi jabatan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Pencopotan ini dikarenakan tidak adanya pengangkutan sampah selama lebaran.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan membenarkan pencopotan tersebut. Keputusan pencopotan diambil setelah rapat antara Pemkot Samarinta dengan Plt. Sekkot Samarinda, Inspektorat, Bagian Hukum dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dari rapat disimpulkan ada unsur kelalaian yang dilakukan Dadang yang berakibat petugas kebersihan atau yang dikenal dengan Pasukan Kuning, enggan melaksanakan tugasnya mengangkut sampah di Hari Raya.

"Kami mendalami persoalan lembur yang tidak dibayarkan. Padahal dananya ada. Alasannya belum ada SK (Surat Keputusan) untuk membayar lembur," kata Nusyirwan, Rabu (13/7).

Padahal, menurut Nusyirwan, Kepala DKP bisa saja meyakinkan Pasukan Kuning bahwa dana lembur yang berkisar Rp50 ribu per hari tersebut,
tersedia. "Pasukan Kuning ini, kan hanya perlu kepastian saja soal ada tidaknya uang lembur. Jika diberitahu, pasti mereka siap bekerja," jelas Nusyirwan.

Sejatinya, kata Nusyirwan, Pasukan Kuning sudah stand by di Kantor DKP saat malam lebaran. "Tapi karena tidak ada kepastian uang lembur, mereka batal bekerja. Artinya apa, ada antisipasi risiko yang kurang dari kepala dinas selaku penanggungjawab," tegasnya.

Persoalan menumpuknya sampah di Hari Raya ini diakui Nusyirwan tidak pernah terjadi sebelumnya. "Kita tinggal menunggu surat dari Pak Wali (Syaharie Jaang) untuk penggantian kepala dinas ini. Sementara, posisinya diganti Plt dulu," ujar Nusyirwan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan akan memberikan sanksi kepada 7 orang PNS dilingkungan pemkot karena tidak masuk kerja di hari pertama pasca libur lebaran diawal pekan ini. Ketujuh PNS ini beralasan sakit

"Ada 15 orang PNS yang telat masuk kerja. 7 orang yang tidak hadir. Mereka beralasan sakit. Kita akan investigasi apakah memang sakit atau tidak. Surat keterangan sakit tidak cukup. Gampang sekali didapatkan," tegas Rizal Effendi, Wal Kota Balikpapan.(OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya