Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA anak buah kapal nelayan LD/113/5/F yang disandera kelompok bersenjata di perairan Malaysia, meminta pemerintah Indonesia untuk membantu membebaskan para sandera hidup-hidup.
Keluarga korban penyanderaan di Desa Laton Liwo I, Kecamatan Tanjung Bunga juga meminta Presiden Joko Widodo aktif mengupayakan pembebasan para sandera.
Ditemui di Desa Laton Liwo I, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, NTT, Selasa (12/7), dengan berurai air mata sambil memegang foto korban, istri, anak-anak, dan ayah korban meminta pemerintah Indonesia untuk membantu membebaskan para sandera.
"Saya tidak mengerti kenapa suami saya jadi sasaran penyanderaan. Sejak pergi merantau ke Malaysia, 4 Januari lalu, kami tidak pernah kontak melalui telepon. Waktu itu, mereka berangkat sama-sama ke Malaysia," ujar Yasinta Pusaka, istri korban penyanderaan Emanuel Arakian Maran.
Yasinta ketika berbicara kepada wartawan, terus berurai air mata sembari mengaku mendapat informasi suaminya menjadi korban penyanderaan dari Danramil 1624-01/Larantuka yang datang ke Desa Laton Liwo I.
Yasinta dan Margareta mengaku tidak dapat menonton tayangan berita televisi tentang masalah yang menimpa suami dan saudaranya karena tidak ada listrik maupun signal ponsel di desa mereka.
Sementara Margareta Hadung Hurin, isteri dari Theodorus Kopong Koten mengatakan, dirinya tidak mendapat firasat buruk bahwa suaminya itu akan disandera kelompok bersenjata. Margareta selalu berharap dan berdoa agar suaminya itu dapat dibebaskan.
"Saya minta Pak Presiden Joko Widodo untuk membebaskan suami dan saudara saya yang disandera supaya bisa kembali dengan selamat," ujar Margareta.
Sementara itu Dandim 1624 Flotim Letkol Inf Dadi Rusyadi meminta keluarga korban untuk tetap tenang dan berdoa agar keluarga yang menjadi korban penyanderaan dapat segera di bebaskan dalam keadaan selamat.
"Pemerintah saat ini sedang berusaha agar para sandera dapat segera di bebaskan. Setiap ada perkembangan informasi nanti Babinsa akan datang ke Desa untuk menyampaikan," ujar Rusyadi. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved