Kebakaran di TN Tesso Nilo Mulai Mereda

Antara
11/7/2016 23:20
Kebakaran di TN Tesso Nilo Mulai Mereda
(ANTARA FOTO/FB Anggoro)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional (TN) Tesso Nilo Riau mulai mereda setelah Tim Satgas Udara dan regu pemadam kebakaran Asia Pulp and Paper (APP)-Sinar Mas bekerja sama memadamkan sejumlah titik api di wilayah tersebut.

"Sebagian dari anggota tim bahkan tak bisa berlebaran dengan keluarganya karena harus berpatroli lebih intensif mengawasi lingkungan," kata General Manager (GM) Fire Management APP-Sinar Mas Sujica Lusaka dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (16/7).

Sujica menambahkan pihaknya juga membantu Tim Satgas Udara dengan menerjunkan heli Superpuma guna water booming di sejumlah titik api. Sehingga api tidak meluas ke daerah-daerah sekitarnya.

Ia menjelaskan, tim RPK selama masa lebaran tidak libur karena bertepatan dengan musim kemarau yang berisiko tinggi terjadi karhutla. "Mereka semua standby di pos masing-masing sambil terus patroli secara intensif," ujarnya.

Ditambahkan, antisipasi dini dilakukan guna mencegah api membakar areal konsensi sehingga kebakaran lahan dan hutan yang lebih besar juga bisa dicegah sedini mungkin.

Sebelumnya, Komandan satgas Udara Marmas Henri Alfiandi pada Sabtu (9/7) di Pekanbaru, Riau, menduga kebakaran yang terjadi di TN Tesso Nilo ada unsur kesengajaan karena di lokasi kejadian ditemukan beberapa gubuk yang ditinggalkan penghuninya.

"Karena tidak ada yang mengaku, gubuk tersebut kami bakar," kata pria yang juga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin tersebut.

Tim Satgas Udara, lanjut Henri, melakukan pemadaman di dua lokasi. Pertama di Kabupaten Pelalawan di kawasan TN Tesso Nilo dan sekitarnya termasuk di Kabupaten Siak.

Satgas Udara juga meminta helikopter Superpuma milik APP-Sinar Mas untuk membantu tim melakukan pemadaman di Kabupaten Siak, kata Henri. Heli Superpuma, lanjut Henri, bisa mengangkut 4.000 liter air untuk sekali pengeboman air. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya