Warga Solo Tolak Terorisme dan Radikalisme

Ferdinand
11/7/2016 14:09
Warga Solo Tolak Terorisme dan Radikalisme
(ANTARA/Maulana Surya)

RATUSAN warga dari berbagai organisasi di wilayah Soloraya menggelar aksi menolak terorisme dan radikalisme di Bundaran Gladag, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (11/7). Aksi ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan warga pascainsiden serangan bom bunuh diri yang menewaskan pelaku dan melukai seorang polisi di Mapolresta Kota Surakarta, Selasa (5/7).

Para peserta aksi antara lain berasal dari Majelis Tafsir Alquran (MTA), anggota Pramuka, perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), dan organisasi kepemudaan. Mereka menyeru warga Kota Surakarta dan sekitarnya untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan, dan solidaritas.

"Kami bersama elemen muslim di Soloraya menolak dengan tegas aksi terorisme dan radikalisme," kata Komandan Satgas MTA, Heru Prayitno mewakili peserta aksi.

Peserta unjuk rasa damai ini memulai aksinya dari depan Plasa Sriwedari, kemudian menuju bundaran Gladag dengan berjalan kaki. Mereka membawa bendera merah putih, berbagai poster dan spanduk berukuran besar dengan tulisan 'Seluruh Elemen Soloraya Mengutuk dan Siap Melawan Aksi Teror', 'Solo Aman Tanpa Teroris'.

Banyaknya jumlah peserta yang mengikuti aksi longmarch ini sempat membuat arus kendaraan di Jalan Slamet Riyadi yang membelah Kota Surakarta itu sedikit tersendat. Namun demikian warga tidak terlihat terganggu karenanya, malah tidak sedikit yang mengabadikan aksi berjalan kaki itu dengan telepon selulernya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya