Jumlah Pemudik di Bandara Hasanuddin Alami Peningkatan

Lina Herlina
10/7/2016 18:03
Jumlah Pemudik di Bandara Hasanuddin Alami Peningkatan
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

JUMLAH penumpang di terminal kedatangan dan keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulwawesi Selatan, Minggu (10/7) meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari data Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran Tahun 2016 (1437 H), diketahui per Sabtu (9/7), jumlah kedatangan pesawat domestik sebanyak 140 pesawat, atau meningkat sebesar 15,9% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 129 pesawat.

Sementara, jumlah penumpang domestik juga meningkat sebanyak 15,9%, yakni dari 11.586 pada periode yang sama tahun 2015, menjadi 13.427 pada H+3 tahun ini. Jumlah kargo juga meningkat hingga 89,9%, yakni dari 4.204 pada 2015 menjadi 7.982 pada tahun ini.

Keberangkatan pesawat domestik juga meningkat dari 130 pesawat pada tahun lalu menjadi 144 pesawat pada periode ini, atau meningkat 10,8%. Hal itu juga diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang domestik, yakni dari 11.356 pada 2015, menjadi15.567 pada 2016, ata meningkat sebanyak 37,1%.

Berbeda dengan keberangkatan pesawat dan penumpang, keberangkatan kargo justru menurun hingga 63,2% dari tahun sebelumnya, yakni 70.990 pada 2015, menjadi 26.145 pada periode yang sama tahun ini.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Hasanuddin Makassar, Ahmad Munir mengatakan lonjakan penumpang mencapai 10 hingga 11 persen, tetapi situasi arus balik lebaran melalui bandara masih aman dan lancar.

"Ada lonjakan pertumbuhan penumpang mencapai 10 hingga 11 persen. Saat ini, sebagian besar penumpang berangkat ke Jawa begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Arus balik diprediksi akan meningkat hingga hari ini. Olehnya itu pihaknya sudah berkoordinasi dan melibatkan TNI-Polri, tim SAR dan instansi lain untuk pengamanan dan kenyamanan calon penumpang.

"Keamanan kami terus tingkatkan. Kami dibantu oleh TNI AU, Polri, Basarnas, Kesehatan Kelas satu Makassar dan Badan SAR Makassar," paparnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya