KAWAH Gunung Raung masih mengeluarkan asap pekat dengan ketinggian mencapai 800 meter mengarah ke barat daya.
Gunung juga masih mengeluarkan gempa tremor terus-menerus.
"Amplitudonya 5-32 milimeter, dominan 25 milimeter. Kondisi itu menunjukkan aktivitas gunung cenderung menurun," papar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Balok Suryadi.
Di Banyuwangi, abu vulkanis erupsi Gunung Raung masih menyelimuti kota.
Prakirawan BMKG Banyuwangi Ajar T Hadi menyatakan sebaran abu
vulkanis terbawa angin dengan kecepatan 15 knot ke arah selatan.
Kondisi itu membuat aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari,
Banyuwangi, masih belum dibuka.
Jadwal penerbangan dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Banyuwangi-Surabaya dan Wings Air dengan rute Surabaya-Banyuwangi dibatalkan.
Begitu juga dengan tiga sekolah penerbangan yang ada.
Sudah beberapa hari terakhir, para siswa tidak bisa berlatih menerbangkan pesawat latih.
"Bandara masih terus siaga. Kami masih menunggu instruksi dari Dirjen Perhubungan Udara. Notice to Airmen dimungkinkan dapat dicabut sewaktu-waktu," ungkap Kepala Bandara Blimbingsari Sigit Widodo.
Masih di Banyuwangi, dinas pertanian, kehutanan, dan perkebunan mencatat ada 20 hektare lahan jambu merah, durian, dan manggis yang terdampak abu raung.
"Data belum lengkap," kata Kepala Seksi Tanaman Buah Lasiman.
Di Sumatra Utara, pemerintah meluncurkan Program Simpanan Keluarga Sejahtera untuk para pengungsi Sinabung di Kabupaten Karo.
Dana diserahkan untuk warga Desa Bekerah, Simacem, dan Suka Meriah.
"Program bantuan sosial ini akan dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang karena antusiasme warga. Untuk pengungsi Sinabung, kami berharap kartu yang diberikan tidak hilang sehingga bantuan bisa tetap dialirkan karena kita tidak tahu kapan bencana ini berakhir," papar Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kementerian Sosial, Prof Syahabuddin.
Di Karo, penerima dana PSKS mencapai 2.973 kepala keluarga dari 14 desa dan empat kecamatan.