Jumlah kendaraan yang melintas di jalur tengah dan selatan wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), meningkat hingga 100% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Pada hari sebelumnya, rata-rata kendaraan yang melintas di jalur tengah penghubung antara pantura dan jalur selatan mencapai 1.500 per jam, sedangkan kemarin jumlahnya mencapai 2.500 hingga 3.000 per jam. Diperkirakan, H-2, hari ini, merupakan puncak arus mudik di jalur tengah dan selatan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas Agus Sriyono mengungkapkan kendaraan yang melintas pada H-3 Lebaran mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. "Pada kemarin pagi sempat tercatat kendaraan yang melintas sebanyak 3.000 per jam atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kalau dirata-ratakan, setiap jam mencapai 2.500 kendaraan. Sepeda motor masih mendominasi," jelas Agus, kemarin.
Menurut Agus, H-2, hari ini, diperkirakan merupakan puncak arus mudik yang melintas di jalur tengah dan selatan.
Di Jawa Barat, sebanyak 4 juta kendaraan baik roda dua maupun roda empat diprediksi melintasi Kota Cimahi selama H-7 sampai H+7 Lebaran. Jumlah kendaraan yang melintasi Cimahi itu mungkin sedikit berkurang ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Di Jawa Timur, polda setempat berusaha kuat untuk meminimalkan terjadinya kemacetan arus mudik Lebaran tahun ini. Untuk mengurasi kemacetan lalu lintas, Polda Jatim akan mengurainya dengan rekayasa jalan. Di daerah rawan macet tidak ada jalan lain seperti jalan layang dan tol.
Pada Lebaran tahun lalu, kemacetan terjadi di jalur Saradan-Nganjuk. Saat itu, jarak Saradan-Nganjuk (Kota) sekitar 20 km harus ditempuh dengan waktu 4 jam lebih.
"Rekayasa jalan terpadu bersama Pemprov Jatim dan pemda setempat diharapkan dapat menekan kemacetan semaksimal mungkin," ungkap Kapolda Jatim Irjen Anas Yusuf.
Puncak arus mudik Pada bagian lain, Manajer ASDP Gilimanuk Wahyudi Susianto memprediksi lonjakan arus mudik dari Bali ke Jawa melalui penyeberangan Gilimanuk akan terjadi pada H-3, tadi malam. "Kami sudah siap mengoperasikan semua armada yang ada, baik yang berukuran kecil maupun besar," ujarnya, kemarin.
Di sisi lain, puncak arus mudik di Terminal Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, diperkirakan bakal berlangsung antara H-2 dan H-1, besok. Saat ini, jumlah pemudik yang turun di terminal sudah mengalami peningkatan sekitar 45%. (Tim/N-1)