Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA penumpang Kapal Motor Penyeberangan Ine Rie II Mateus Leo, 43, asal Kabupaten Nagekeo dan Irnawati Rambu Kahi, 19, asal Sumba Timur yang meninggal dalam pelayaran mudik Lebaran akan diberikan santunan kematian sesuai ketentuan berlaku.
"Dua penumpang kapal itu dilaporkan meninggal dengan korban pertama bernama Mateus T Leo dan korban kedua bernama Irnawati Rambu Kahi itu akan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku," kata General Manager PT Ferry Indonesia Cabang Kupang Arnoldus Jansen, Sabtu (9/7).
Besarnya santunan dari Jasa Raharja itu untuk korban meninggal dunia dalam kecelakaan perjalanan jumlahnya bervariasi antara Rp25 juta hingga Rp50 juta, tergantung jenis dan modus kecelakaan hingga membawa kematian.
Menurut Jansen, korban Mateus meninggal setelah terpeleset saat naik kapal, sementara Irnawati mahasiswi semester 2 Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Undana Kupang asal Sumba Timur meninggal karena sakit.
Jenasah Mateus katanya telah dibawa pulang ke kampung halamannya, sedangkan jenasah wanita yang juga mahasiswi Universitas Nusa Cendana Kupang itu juga telah diturunkan petang tadi di Waingapu setelah menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (8/7).
"Jenasah Irna sudah dijemput keluarga begitu kapal Ine Rie II sandar di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat pada Jumat (8/7) pukul 17.30 Wita," katanya.
Irna bersama seorang adiknya berlayar dari Kupang kembali ke kampung halamannya di Sumba Timur untuk berobat. Informasi yang dihimpun dari penumpang kapal, menduga Irna menderita asma.
"Adiknya bilang, Irna sudah dua hari tidak makan," kata Agus Baja, penumpang kapal yang juga berlayar menuju kampung halamannya di Sumba Barat Daya (SBD) untuk berlibur.
Jurnalis Radio Suara Kupang itu mengatakan, KM Ine Rie II bertolak dari Pelabuhan Aimere sekitar pukul 20.30 Wita. Kapal diterjang gelombang tinggi ketika melintasi Selat Sumba antara Pulau Sumba dan Flores karena angin kencang.
Dia mengatakan seorang perawat yang ikut berlayar di kapal tersebut sempat memberikan pertolongan kepada Irna, namun sia-sia karena di kapal tidak tersedia obat bagi penumpang yang menderita sakit dalam perjalanan.
"Saya dengar mereka minta obat asma, tetapi tidak ada obat sampai dia meninggal," ujarnya.
Menurut Agus, setelah meninggal, jenasah dibungkus dengan kain dan dibaringkan bagian belakang di dek tiga.
"Selama pelayaran hanya adiknya yang jaga jenasah kakaknya," kata Agus. (Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved