Wagub Bali Ogah Maju Lagi Sebagai Wakil

Arnoldus Dhae
09/7/2016 19:07
Wagub Bali Ogah Maju Lagi Sebagai Wakil
(I Ketut Sudikerta---ANTARA/Saptono)

WAKIL Gubernur Bali I Ketut Sudikerta secara terbuka memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak mau dicalonkan sebagai wakil gubernur lagi.

Kalau pun akan maju lagi dalam Pilkada Gubernur Bali 2018 nanti, Sudikerta menyatakan tidak akan maju sebagai wakil gubernur. Ia beralasan, pengalaman sebagai wakil sudah cukup, mulai dari menjabat sebagai Wakil Bupati Badung selama hampir dua periode, dan kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.

"Pengalaman sebagai wakil sudah cukup bagi saya. Kalau pun disuruh maju sebagai wakil lagi, maka saya tidak akan mau," ujarnya di Denpasar, Sabtu (9/7).

Pernyataan ini keluar dari Sudikerta ketika mencuat isu yang dihembuskan oleh sejumlah elite politik di Bali agar Sudikerta maju untuk berpasangan dengan calon dari PDIP sebagai gubernur dalam Koalisi Merah-Kuning di Bali.

Dalam koalisi merah kuning tersebut, Cagub yang diusulkan PDIP adalah Wayan Koster yang saat ini menjadi Ketua DPD PDIP Bali dan juga anggota DPR RI.

Sementara calon lain asal PDIP adalah Menteri Koperasi dan UKM saat ini yakni AAN Puspayoga. Sementara Ketut Sudikerta tetap diplotkan sebagai wakil gubernur.

Bila berpaketan dengan Koster, Koster dianggap sebagai representasi Bali Utara, sementara Sudikerta merupakan wakil dari Bali selatan. Namun Sudikerta menolak mentah-mentah.

Meski Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali masih berlangsung 2 tahun lagi, di media sosial muncul akun-akun berbentuk dukungan Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta, untuk maju menuju kursi Bali Satu.

Sudikerta mengaku tidak tahu menahu soal soal dukungan melalu Facebook tersebut. Beberapa waktu lalu, muncul akun di media sosial yang bertuliskan Menuju Kerta Bali.

Menurutnya, media sosial sah-sah saja, jika mau menggalang dukungan untuk pencalonan dirinya, tapi dia menegaskan jika dirinya sama sekali belum mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar.

"Sah-sah saja kalau ada seperti itu tapi untuk rekomendasi belum ada. Saya belum mendapatkan rekomendasi. Kaitan ada yang meng-create di media sosial itu silahkan saja, tapi saya tidak tahu dan itu bukan saya yang buat," ujarnya.

Menurutnya, banyak akun yang mengatasnamakan dirinya, tapi sekali lagi Sudikerta membantah dirinya yang membuat.

"Itu mungkin masyarakat bukan saya yang buat," kilahnya.

Sebagai contoh nyata, ujarnya, belum lama ini, di Kertha Dalem, Peguyangan, Denpasar Utara, tiba-tiba dirinya diberi sekitar 500 KTP untuk maju menjadi Gubernur.

"Tentu saya sangat hargai niatan ada orang bermaksud demikan, saya apresiasi. Kalau proses itu sudah berjalan baru kita konsolidasi tentukan partai ke depan," tandasnya.

Dia pun meminta agar dikonfirmasikan kepada masyarakat yang akan mendukung. Karena jika dipercaya untuk maju ke Pilgub Bali, dia pun akan menjalankan tugas kepercayaan tersebut dengan baik.

"Kalau saya sudah dipercayai oleh masyarakat saya senantiasa akan jalankan. Kalau masyarakat percaya saya pasti akan jalankan, tapi kalau masyarakat tidak percaya saya tidak akan cawis-cawis. Kita lihat lah nanti kehendak masyarakat seperti apa," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya