Saksi: Bus Berjalan Pelan Sebelum Ngebut Saat Turunan

Depi Gunawan
09/7/2016 15:23
Saksi: Bus Berjalan Pelan Sebelum Ngebut Saat Turunan
(MI/Depi Gunawan)

SEORANG penyintas dalam kecelakaan bus di Cimahi Nurdiansyah mengatakan sebenarnya bus berjalan pelan sejak dari Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tapi, saat di jalan turunan, bus jadi melaju cepat tidak terkendali.

Sebelum kejadian nahas itu, supir sudah berusaha memindahkan gigi rendah namun bus bukannya berjalan pelan tapi malah bertambah kencang.

"Penumpang juga sudah mengingatkan supir agar berjalan pelan, bus malah berjalan kencang saat di turunan jalan. Supir sudah berusaha ngerem dan mengoper gigi," beber Nurdiansyah, penumpang bus Parahyangan, saat ditemui di IGD RSUD Cibabat Kota Cimahi, Sabtu (9/7).

Dia juga mengatakan, sebelum terguling, bus sempat menyalip dan menabrak pengendara sepeda motor di depannya. Dengan kecepatan yang masih tinggi, bus kemudian menabrak pembatas jalan, mobil, serta pohon.

"Sesudah menabrak motor dan mobil, bus langsung terguling dan terseret hingga sekitar 50 meter. Mobil dan motor semuanya terseret," katanya.

Nurdiansyah bersama puluhan penumpang bus asal Kampung Babakan Tanjung Pura rencananya akan pulang ke Karawang lewat jalan tol sesudah berekreasi ke Curug Pelangi di Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

"Saya juga tidak mengira bakal mengalami kejadian ini. Katanya sih ada sembilan orang meninggal dalam kejadian ini. Untung nyawa saya masih selamat," ucap Nurdiansyah yang ditemani Nurdin, orangtuanya di rumah sakit.

Korban selamat lainnya adalah pengendara motor Dede Wijaya yang hanya mengalami luka ringan pada kaki kanannya karena tersenggol bagian depan bus. Dia mengira, kecelakaan yang dialaminya karena supir bus berjalan ugal-ugalan di jalan raya.

"Dari Cisarua saya ikuti bus di belakangnya, keadaan bus masih normal. Saat di belokan, saya sempat nyalip bus tersebut," katanya.

Tapi setelah menyalip bus, ia sempat melihat bus melaju cepat dari arah belakang. Meski sempat menghindar, bus tersebut langsung menabrak motor yang dikendarainya bersama istri dan seorang anaknya.

"Sesudah senggolan, saya berusaha berdiri supaya bisa segera mengejar bus, tapi kaki saya tidak kuat. Akhirnya minta tolong teriak ke warga. Tiba-tiba warga yang mengejar tadi mengabarkan kalau bus mengalami tabrakan dengan mobil, katanya banyak korban yang terjepit. Istri dan anak saya selamat, tidak mengalami luka, mereka sudah pulang ke rumah," tuturnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya