Mereka yang Menerjang Angin

Ramdani
15/7/2015 00:00
Mereka yang Menerjang Angin
(MI/Ramdani)
JELANG Idul Fitri, bagi sebagian orang, pulang bukan lagi pilihan. Ya, pulang  kembali ke orang-orang terkasih di kampung halaman merupakan ritual 'wajib' yang mesti dilakoni, bagaimanapun caranya, apa pun risikonya.

Itulah yang dilakoni sebagian pemudik bermotor. Terpaan angin, rasa lelah, dan kantuk, belum lagi risiko tersambar kendaraan besar, harus siap mereka hadapi. Lalu Marzuki ialah salah satu di antara ribuan pemudik yang nekat menggunakan moda transportasi ini.

Saat ditemui di stasiun pengisian bahan bakar umum di Sukamandi, Ciasem, Subang, Jawa Barat, Sabtu lalu, dia mengaku baru pertama kali mudik naik kuda besi ini. Kali ini, Zuki mengajak istri dan anaknya, serta beberapa barang bawaan. Tujuannya lumayan jauh, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Itu artinya, dia baru menempuh sepersekian kilometer dari total ribuan kilometer perjalanannya dari Jakarta.   

"Kalau mau enak tinggal naik angkutan umum, kalau mau murah tinggal ikut mudik gratis, sekarang gampang kan. Namun, bukan itu. Kebetulan istri saya suka travelling dan berpetualang, makanya kami enggak masalah mudik ke Lombok menggunakan motor," tutur Zuki tentang aksi nekatnya itu.

"Nikmati perjalanannya saja. Kalau capek, ya, istirahat. Enggak usah dipaksa, tidur di mana saja sedapatnya, perjalanan dua hari satu malam enggak bakal berasa, dan yang pasti kita punya banyak cerita," imbuhnya.

Zuki tentu saja tak sendiri. Pemudik lainnya, bahkan mengaku sudah sejak 2002 pulang ke kampungnya di Tegal, Jawa Tengah, naik motor.

Mudik memang telah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia, khususnya jelang Idul Fitri. Orang berbondong-bondong dengan berbagai macam bawaan pulang ke kampung halaman demi berlebaran bersama keluarga dan handai tolan. Beragam moda transportasi pun digunakan, mulai angkutan umum hingga kendaraan pribadi termasuk motor.

Ironisnya, ongkos sosial mudik di negeri ini sangat mahal. Bayangkan, pada tahun lalu, dari H-6 hingga H-3 Lebaran, telah terjadi 731 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 1.571 kendaraaan. Dari jumlah itu, sebagian besar dialami para pengendara motor (69,7%).

Tahun ini, angka kecelakaan memang diprediksi menurun. Meski begitu, tetap diperlukan kehati-hatian dari para pemudik, apa pun jenis moda transportasi yang mereka gunakan. Ingat, sanak keluarga dan orang-orang terkasih Anda menanti di rumah. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin. (M-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya