Pemprov Diminta Promosikan Bali sebagai Island of Love

Arnoldus Dhae
08/7/2016 17:34
Pemprov Diminta Promosikan Bali sebagai Island of Love
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

PEMERINTAH Provinsi Bali didesak untuk serius mempromosikan Bali sebagai The Island of Love. Julukan baru bagi Bali itu sering disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam berbagai kesempatan pertemuan berskala nasional dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, julukan baru itu akhirnya menjadi terkenal. Salah satu dampak yang dirasakan secara langsung adalah banyaknya pernikahan yang dilangsungkan di Bali. Apalagi Bali Weeding Asociation sudah berdiri dan event organizer dari luar Bali terus melakukan sesi pernikaham di Bali.

"Banyak kapal yang datang dari luar negeri menggelar weeding di Bali, sebab banyak wisatawan yang ingin melaksanakan weeding di Bali. Karena itulah wisatawan menjuluki Bali sebagai Island of Love, yang tentunya ini adalah potensi pariwisata dan harus dimaksimalkan," kata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung I GN Suryawijaya, Jumat (8/7).

Menurutnya, Bali jangan hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata budaya, spiritual, wisata water sport, kuliner, agrowisata dan desa wisata, tanpa dilengkapi dengan destination of love. Akan menjadi komplit jika seandainya desa wisata, agrowisata, dan hal lainnya disandingkan dengan weeding ceremoni.

"Village tourism ini kan bisa untuk weeding ceremonial, begitu juga yang lainnya bisa dikawinkan. Dari pada mereka menyewa villa yang mahal, kan bisa melakukan di desa wisata sekaligus. Ini kan bisa memeratakan persebaran wisatawan. Asalkan jangan ceremonial itu nantinya ada unsur penistaan agama dengan ikut melaksanakan prosesi menikah seperti masyarakat Hindu Bali, maka itu harus dikontrol tegas," jelas Suryawijaya.

Pariwisata di Bali, menurutnya, harus berkembang dinamis dan terus dikembangkan sesuai kekinian. Hal tersebut agar menunjang pariwisata di Bali, agar tidak terjadi kebosanan.

"Jangan mengandalkan meeting and leasure saja. Bali harus terus berinovasi. Jika itu bisa dilakukan saya yakin Bali meningkat dikunjungi wisatawan sekitar 10-15%. Apalagi sekarang sudah bebas visa di beberapa negara dan aksesibitily penerbangan sudah mulai digalakkan dan masih bisa dimanfaatkan untuk memperluas pangsa pasar," ujarnya

Lebih jauh, Suryawijaya menjelaskan, Bali the island of love hanya sebagai salah satu destinasi ikon yang dipromosikan kepada wisatawan, berbeda dengan branding Bali. Dimana dengan rebranding Bali, di dalamnya ada satu event atau destinasi weeding ceremony.

Hal tersebut hanya bisa dicapai jika pemerintah mengembangkan hal tersebut bersinergi dengan pihak ketiga.

"Caranya mempersiapkan infrastruktur, sehingga investor akan datang. Maka disanalah ekonomi akan jalan dan berdampak akan kesejahteraan bagi masyarakat. Apapun yang dibangun di Bali harus ada manfaatnya bagi masyarakat, jangan sampai membangun investasi yang prestisius dan mengundang investor luar, tapi meminggirkan masyarakat Bali," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya