Macet Parah, Warga Diimbau tidak ke Lembang

Depi Gunawan
07/7/2016 13:45
Macet Parah, Warga Diimbau tidak ke Lembang
(MI Kores/Depi Gunawan)

ARUS lalu lintas di jalur wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat terpantau padat pada hari kedua Lebaran, Kamis (7/7). Kepadatan itu menimbulkan kemacetan kendaraan hingga Jalan Setiabudhi, Kota Bandung.

Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cimahi memfokuskan pengaturan lalu lintas di jalur itu. Untuk mengurai kemacetan, polisi beberapa kali memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Kepolisian mengimbau wisatawan agar mencari jalur alternatif karena jalan utama Lembang sudah sangat padat. Bahkan, bagi wisatawan yang pernah ke Lembang diminta menunda kunjungan mereka agar jalur kendaraan tidak tersendat.

"Kendaraan ke arah Lembang, ekornya sudah sampai di Kota Bandung. Sumber kemacetan terjadi di lokasi wisata. Kita minta wisatawan yang pernah ke Lembang agar menunda kunjungan, beri kesempatan kepada wisatawan yang belum pernah datang ke mari, " ujar Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi di Pos Polisi Beatrix Lembang.

Menurut dia, Lembang masih jadi daya tarik wisatawan luar kota untuk menghabiskan masa libur panjang kali ini. Namun, ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Lembang.

"Kita mengerahkan sebanyak 250 personel, anggota Polsek di luar Lembang sudah dikerahkan semua untuk membantu mengurai kepadatan ini," jelasnya.

Meski rekayasa jalur sudah bisa mengurangi kepadatan tapi kendaraan hanya dapat dipacu dengan kecepatan sedang. Pihaknya mengingatkan agar pengemudi bisa menjaga kondisi fisiknya agar tidak terjadi sesuatu hal yang dapat merugikan wisatawan.

"Kondisi kendaraannya juga harus dicek, jangan sampai nanti timbul masalah saat diperjalanan seperti mogok atau kecelakaan misalnya. Karena kejadian itu nantinya bisa memperkeruh kemacetan di Lembang," katanya.

Kapolres memperkirakan, kondisi ini akan berlangsung sampai H+5 Lebaran karena rata-rata wisatawan ingin mengunjungi seluruh objek wisata di Lembang.

"Kami tetap usahakan kendaraan bisa berjalan walau harus merayap. Kita usaha semaksimal mungkin supaya masyarakat nyaman berwisata tapi dengan syarat harus mentaati aturan lalu lintas," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya