Investasi Rp10 Triliun PT Indonesia Timur Semen Omong Kosong

Voucke Lontaan
07/7/2016 16:23
Investasi Rp10 Triliun PT Indonesia Timur Semen Omong Kosong
(ANTARA/Eric Ireng)

RENCANA PT Indonesia Timur Semen untuk membangun pabrik semen di Desa Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut) dengan nilai investasi Rp10 triliun dinilai omong kosong.

Karenanya, pemerintah provinsi belum menerbitkan izin bagi perusahaan yang menawarkan diri menangani areal pertambangan itu. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandow, Kamis (7/7).

"Perusahaan mau investasi Rp10 triliun buat pabrik semen di Sulut, itu cerita omong kosong. Perusahaan harus mengikuti aturan. Kalau belum punya izin dari pemerintah tidak boleh ada aktivitas," tegasnya.

Dia menegaskan, tidak ada birokrasi yang menghambat investasi di Sulawesi Utara, bila semua persyaratan dilengkapi dan perusahaan benar benar bonafit.

Sekarang ini, tidak boleh ada aktivitas di lokasi pertambangan semen sebelum mengantongi izin.

Sementara itu, Asisten II (bidang Pembangunan) Pemprov Sulut Sanny Parengkuan menjelaskan, sesuai aturan pertambangan, perusahaan yang duluan menyatakan diri bersedia investasi yang harus diakomodir. Perusahaan itu adalah PT Indonesia Timur Semen.

Menurut Sanny, PT Indonesia Timur Semen juga bersedia melakukan investasi pembuatan pabrik semen senilai Rp10 trliun. Perusahaan itu telah dikaji dan telah mengikuti prosedur aturan perizinan satu atap yang sudah ditandatangani oleh pejabat instansi terkait di tingkat provinsi.

"Tapi, belum bisa beroperasi karena pemerintah provinsi belum mengeluarkan WIUP (wilayah izin usaha pertambangan) dan izin usaha pertambangan. Sementara di lokasi sudah ada perusahaan lain yang beraktivitas yaitu PT Conch. Ini melanggar aturan sebab beroperasi tanpa izin," tegasnya.

Sementara itu, pemerhati pertambangan Arther Kotambunan menilai sikap pemerintah seperti ini di samping menghambat investasi, juga tidak sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada pemerintah daerah agar memangkas birokrasi yang menghambat investasi.

"Di mana ketegasan pemerintah daerah? Jangan plin-plan. Sangat disayangkan investasi sudah jelas meningkatkan perekonomian daerah, tetapi terhambat oleh birokrasi. Diperhitungkan kandungan semen di Desa Lolak sekitar 37 juta ton," jelasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya