Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RUAS jalan TransSulawesi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) yang menghubungkan Provinsi Gorontalo, tepatnya di ruas jalan nasional dari Desa Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow hingga Desa Buroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, rawan kecelakaan lalu lintas.
Pengamatan langsung Media Indonesia yang melintasi ruas jalan sepanjang 127 km itu, tidak tampak satu pun rambu lalu lintas sebagai penunjuk arah yang terpasang.
Bahkan, di beberapa titik ruas jalan, tanjakan terjal tidak dilengkapi pagar pengaman.
"Kalau infrastruktur jalan aspal memang hot mix, tetapi rambu lalu lintas sangat penting demi keselamatan lihat saja sendiri tidak ada di sepanjang jalan sepanjang 127 km. Ini jalan nasional TransSulawesi menghubungkan Sulawesi Utara-Gorontalo-Palu hingga Makassar," ujar Arman, seorang sopir Bus Lintas Provinsi, di Terminal Malalayang, Manado, Kamis (7/7).
Para pengemudi harus ekstra hati-hati melintasi ruas jalan itu, sebab selain banyak tikungan tajam, kendaraan juga harus melewati tanjakan terjal.
"Jalur ini sangatmembahayakan. Tidak sedikit terjadi kecelakaan lalu lintas karena tidak ada rambu jalan sebagai pengaman penunjuk jalan," jelasnya.
Kepala Dinas Informasi dan Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara Joy Oroh mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera mengajukan usulan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di ruas jalan tersebut.
"Trans Sulawesi statusnya jalan nasional, rambu-rambu lalu lintas memang sangat penting demi keselamatan kendaraan. Saya segera koordinasi dengan Kementerian Perhubungan yang berkompeten agar dalam waktu dekat sepanjang ruas jalan itu terpasang rambu lalu lintas," katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Kementerian Perhubungan Darat di Sulawesi Utara Tommy Kalase yang ditemui terpisah, mengakui rambu lalu lintas di sepanjang ruas jalan tersebut belum terpasang. Ini karena sewaktu proyek pelebaran jalan semua rambu lalu lintas dicabut oleh kontraktor.
"Pencabutan rambu lalu lintas tidak ada koordinasi. Harusnya setelah proyek pelebaran jalan selesai dikerjakan rambu lalu lintas dipasang kembali. Yah, kami yang pasangmereka yang merusak, siapa yang disalahkan.makanya koordinasi lintas kementerian itu penting demi keselamatan kendaraan," tegasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved