Ribuan Pemudik Kapal Laut Kehabisan Tiket

Denny Susanto
14/7/2015 00:00
Ribuan Pemudik Kapal Laut Kehabisan Tiket
(MI/Gino F Hadi)
SEBANYAK 1.300 pemudik tujuan Pulau Jawa telantar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), karena tidak memiliki tiket kapal.

Para pemudik datang dari Kalimantan Tengah akan mudik ke Pulau Jawa. Sebagian pemudik telah satu minggu telantar di pelabuhan. Mereka terpaksa bermalam di pelabuhan sambil mencari tiket untuk pulang kampung.

Kapolda Kalsel Brigjen Agung Budi Maryoto menjelaskan pihaknya telah ber­koordinasi dengan Pelindo dan syahbandar untuk mencari solusi telantarnya calon penumpang kapal itu.

"Solusinya sudah ada kesepakatan mereka tetap diberangkatkan menggunakan kapal feri roro reguler atau kapal terakhir menggunakan kapal TNI-AL," jelas Agung seusai sidak arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, kemarin.

Dia berharap para penumpang yang telantar bisa diberangkatkan menggunakan kapal KRI milik TNI-AL pada Rabu (15/7). Banyaknya orang tidak mendapatkan tiket karena sekarang ini pemesanan tiket melalui sistem daring.

Nasib serupa dialami ratusan calon pemudik yang tertahan di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kapal yang semestinya menyeberangkan pemudik ke sejumlah pulau tidak berlayar akibat cuaca buruk. Para penumpang ialah pemudik yang akan menuju Pulau Kangean, Sapeken, Masalembu, dan Arjasa (Situbondo).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumenep akan mendirikan tiga tenda untuk peristirahatan sementara bagi ratusan penumpang kapal di wilayah itu. Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Sumenep, menunda surat persetujuan berlayar selama tiga hari ke depan terhitung mulai 13-15 Juli di semua jalur pelayaran.

Saat ini ketinggian ombak di Laut Jawa diperkirakan mencapai 5 meter dengan kecepatan angin mencapai 60 knot, sedangkan di Selat Madura ketinggian ombak mencapai 3,5 hingga 4 meter dengan kecepatan angin 30 sampai 34 knot.

Mulai padat
Jalur penyeberangan Merak, Banten, menuju Pulau Sumatra pun mulai dipenuhi pemudik. Hingga kemarin sebanyak 208.967 pemudik dari Jawa telah menyeberang ke Sumatra. Humas PT ASDP Indonesia Ferry Merak Mario Sardadi mengatakan puncak arus mudik terjadi pada H-3. "Saat ini jumlah pemudik yang sudah menyeberang sekitar 30% dari total jumlah pemudik," ujarnya. 

Pelabuhan penyeberang­an Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, juga mulai dipadati pemudik. Memasuki H-5 pada Minggu (12/7) dini hari, tercatat jumlah sepeda motor yang menyeberang naik sekitar 1% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Ada 14.226 unit sepeda motor yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, Banyuwangi.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk Wahyudi Susianto menjelaskan jumlah kendaraan roda empat menurun. "Termasuk juga jumlah pemudik pada H-5 tahun ini menurun. Apabila tahun lalu jumlah pemudik pada H-5 sebanyak 62.204 orang, kini hanya 60.347 orang," ujar Wahyudi.

Sementara itu, di Pelabuhan Padangbai Karangasem, Bali, arus penumpang menuju Pelabuhan Lembar Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada H-5 mencapai 5498 orang atau naik 10,6% ketimbang tahun lalu.

Arus mudik menggunakan kapal laut juga terlihat di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebanyak 2.000 pemudik berangkat ke Parepare, Sulawesi Selatan, dengan KM Bukit Siguntang. (MG/WB/RS/SY/N-4)

denny_susanto­@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya