Energi Gempa Gunung Raung Menurun

FL/TS/KH/PO/X-8
14/7/2015 00:00
Energi Gempa Gunung Raung Menurun
Gunung Raung menyemburkan asap solfatara terlihat dari Desa Sempol, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, kemarin.(ANTARA/Budi Candra Setya)

SEJAK ditetapkan berstatus siaga level 3 pada Senin (29/6), tremor vulkanis Gunung Raung, di Jawa Timur, masih berlangsung. Hingga kemarin , gunung itu masih mengeluarkan abu, meski energi gempa mulai menurun. Hal itu mengindikasikan adanya pergerakan fluida (magma encer) dari bawah kawah gunung.

"Namun, sejauh ini aktivitas warga berlangsung normal, kami sudah menyiapkan 400 ribu masker di setiap kabupaten, yakni untuk Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencara Dearah (BPBD) Jatim Sudharmawan, di Surabaya, kemarin.

Data dari pos pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan cuaca terlihat terang, tekanan melemah, dan asap setinggi 700-1.000 meter condong ke arah barat daya. Wilayah di sekitar pos terlihat terkena hujan abu termasuk sebagian wilayah Jember.

Di sisi lain, penutupan sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Raung menyebabkan banyak wisatawan mancanegara membatalkan reservasi kamar hotel di sekitar Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Semula mereka berencana berkunjung ke Candi Borobudur dan menginap di hotel kami," kata Pelaksana Tugas Kepala Unit Hotel Manohara, Magelang, Esti Wahyujati.

Pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Chrisnamurti Adiningrum juga mengaku khawatir erupsi Gunung Raung membuat wisatawan ke candi Buddha tersebut menurun.

"Jangankan pergi berwisata, orang yang akan mudik pun terhalang karena penutupan bandara. Kami berharap pembatalan kunjungan wisatawan dari Bali tergantikan oleh turis dari daerah lain," ujarnya.

Keluhan juga datang dari petani jeruk nipis di Desa Kalipahit Kecamatan Tegaldlimo, Jawa Timur. Mereka mengaku rugi besar, karena abu yang menempel di kulit jeruk membuat warna buah itu lebam kehitaman. Rindi, misalnya, pemilik kebun jeruk nipis seluas 4 hektare mengaku rugi, karena jeruknya mulai berbuah lebat.

"Saat dipetik terlihat abu kehitaman dan kasar menempel, ternyata jeruk sudah lebam-lebam," katanya.

Sementara itu, Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho menyatakan sesuai anjuran Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), mereka membatalkan penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, dan Bandara Selaparang, Lombok, pada 11-12 Juli lalu.

"Kerugian tidak terlalu besar, yang pertama sekitar Rp1,9 miliar. Yang hari kedua juga sekitar segitu," ujar Hans, di Jakarta, kemarin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya