Ditemukan Lima Titik Api Kebakaran Lahan di Sumsel

Dwi Apriani
03/7/2016 21:48
Ditemukan Lima Titik Api Kebakaran Lahan di Sumsel
(ANTARA)

TARGET Sumatra Selatan untuk tanpa (zero) asap sepertinya menjadi pekerjaan rumah yang sulit terealisasi. Pasalnya, hingga Sabtu (2/7) lalu, terpantau titik api (hotspot) di Ogan Ilir, Inderalaya. Sekitar empat hektare (ha) lahan terbakar.

Adapun pada Minggu (3/7) berdasarkan pantauan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), tercatat ada lima titik api yang menyebar di kabupaten/kota di Sumsel. Kelima titik api yakni dua hotspot di Musi Banyuasin, 1 titik di Prabumulih, 1 titik di Musi Rawas, dan 1 titik di Ogan Komering Ulu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (PKLH) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Ahmad Taufik, mengatakan, sejak satu pekan ini titik api memang terpantau di wilayah Sumsel dengan tingkat kepercayaan cukup tinggi yakni diatas 50%.

Pada Sabtu (2/6) saja terjadi kebakaran lahan di Ogan Ilir, Inderalaya. "Sekitar 4 ha lahan terbakar," katanya.

Menurut Taufik, berdasarkan pantauan satelit Minggu pagi kembali terpantau cukup banyak hotspot. Bahkan, untuk di Pulau Sumatra terpantau 248 titik api. Rinciannya, Bangka Belitung 1 titik, Lampung 1 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Jambi 8 titik, Bengkulu 24 titik, Riau 40 titik, Sumatra Barat 52 titik, Sumatra Utara 105 titik, dan Sumsel 5 titik.

Untuk itu, kata Taufik, pihaknya segera menindaklanjuti dengan groundcheck ke lapangan karena info titik api merupakan deteksi dini dari satelit.

"Kalau hotspot di Ogan Ilir sudah dipadamkan. Sekarang heli mengejar lima hotspot yang terpantau," ucap dia.

Dijelaskan Taufik, selain pengecekan dan pemadaman melalui darat. Pihaknya pun memantau dan memadamkan titik api melalui jalur udara.

Ditambahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto, setelah mendapat informasi dari lapangan adanya kebakaran lahan, pihaknya langsung menggerakkan satgas darat dan udara.

Satgas darat terdiri atas kepolisian, TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan sebagainya. "Pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara," katanya.

Adapun pemadaman melalui jalur darat menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Sementara jalur udara menggunakan helikopter MI-8 yang melakukan water bombing dengan kapasitas lima ton air. Helikopter ini merupakan bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Selain itu, antisipasi karhutla pun dengan modifikasi cuaca yang merupakan dari BPPT dan BNPB," terang dia.

Yulizar menjelaskan, pihaknya akan mendapat bantuan dari BNPB berupa pesawat Super Puma dengan kapasitas empat ton air. Dengan begitu, pihaknya sangat siaga untuk memadamkan titik api.

"Saat mendapat laporan adanya kebakaran (titik api), maka langsung diterjunkan tim baik darat dan udara agar langsung segera memadamkan kebakaran itu," tandasnya. (DW/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya