MEMASUKI H-7 dan H-6, arus mudik di jalur utama selatan sudah diramaikan kendaraan berpelat Jakarta yang akan menuju Jawa Tengah.
"Memasuki H-7 dan H-6, kendaraan dari barat (arah Jakarta) menuju timur melalui jembatan timbang Gentong sudah cukup banyak, tapi masih dalam kategori normal," kata Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Polisi Suharto, kemarin.
Saat ini, kendaraan yang melintasi jalur Gentong masih didominasi sepeda motor. "Dari pagi hingga siang sudah ada 2500 kendaraan pribadi dan mobil, seribu pikap, bus, truk, dan tanki BBM yang jumlahnya hingga 500 unit," tambahnya.
Namun, di jalur tengah dan selatan dari arah pantura ke Banyumas, Jawa Tengah, kendaraan pribadi mendominasi jika dibandingkan dengan sepeda motor. Banyaknya kendaraan pribadi itu dibarengi dengan banyaknya kendaraan berat, seperti truk kontainer dan kendaraan berat lain yang masih diperbolehkan melintas di jalur mudik.
Dari pantauan Media Indonesia, di pertigaan Ajibarang, truk kontainer dan kendaraan berat lainnya memadati jalur selatan lewat Wangon dan jalur tengah melalui Purwokerto.
"Hari ini (Sabtu, 11/7) merupakan hari terakhir kendaraan berat boleh melintas. Makanya, banyak truk dan kontainer melewati jalan utama," ujar Samsuri, 51, sopir truk dari Jakarta yang akan menuju Purwokerto.
Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas, Inspektur Satu Sugeng Rikustowo, menyatakan bahwa peningkatan arus mudik masih belum signifikan.
Palang kereta api Para pemudik yang melewati jalur darat harus mewaspadai perlintasan kereta api yang tidak mempunyai palang pintu. Di Yogyakarta, terdapat 59 perlintasan tanpa palang pintu. Di Daop VII Madiun, Jawa Timur, terdapat 247 titik perlintasan KA, tapi hanya 67 titik perlintasan yang dijaga petugas PT KAI.
Sementara itu, untuk meningkatkan rasa aman selama mudik, aparat polisi di sejumlah daerah telah siaga. Polda Lampung, misalnya, siap mengamankan 25 titik rawan yang dilintasi pemudik. Demikian juga di Aceh dan Klaten, Jawa Tengah, polisi siap mengamankan perjalanan pemudik ke kampung halaman dengan pos pengamanan mudik Lebaran.
Selain pengamanan jalur mudik, petugas gabungan dari Polres Sidoarjo dan Dinas Perhubungan akan merazia bus angkutan umum yang digunakan untuk angkutan Lebaran di Jalan Raya Trosobo, Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal sebagai jalur tengkorak Surabaya-Mojokerto. Selain mengecek surat kelengkapan, para petugas akan mengetes kondisi kesehatan pengemudi. Pemeriksaan kesehatan juga diberlakukan bagi para masinis yang bertugas selama arus mudik dan balik.
Memasuki musim mudik Lebaran, sejumlah moda transportasi pun masih menyediakan tiket. Seperti di Lampung, tiket kereta api kelas bisnis dan eksekutif tujuan Kotabumi dan Palembang masih tersedia. Adapun pemudik yang menggunakan pesawat juga meningkat. Seperti penumpang pesawat Garuda Indonesia rute Makassar-Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta yang naik hingga 30%. Garuda mengoperasikan 30 pesawat selama mudik. (Tim/N-4)