Pecahkan Kemacetan Palimanan

MI/Nurul Hidayah
12/7/2015 00:00
Pecahkan Kemacetan Palimanan
(MI/SUSANTO)
RIBUAN kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menumpuk di pintu keluar Tol Palimanan dan mengular hingga sekitar 13 kilometer, kemarin siang. Antrean panjang mulai terasa sejak Kilometer 172. Perlu waktu dua jam untuk menembus kemacetan di tengah cuaca terik itu.

"Benar-benar harus bersabar," kata Deffan, pemudik asal Bogor, Jawa Barat, yang akan mudik ke Ngawi. Lambatnya pelayanan petugas penerima uang pembayaran di gardu Tol Palimanan menambah panjang antrean. Dari pantauan Media Indonesia, satu petugas gardu tol membutuhkan sekitar 50 detik untuk melayani satu pengendara.

Hal itu membuat para pemudik kesal. Beberapa di antara mereka mene riakkan kata 'lelet!' atau lambat. Hal itu berbeda dengan layanan di pintu Tol Cikopo. Layanan yang diberikan petugas jauh lebih cepat dengan rata-rata 9 detik per kendaraan. “Segera harus diperbaiki. Tambah petugas pembayaran agar tidak terjadi penumpukan.

Ini baru enam hari menjelang Lebaran. Bagaimana nanti tiga hari menjelang Lebaran?” papar Utomo, 51, pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Mojokerto, Jatim. Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Multimoda, Sugihardjo, meminta pengelola tol menambah petugas untuk transaksi secara manual sehingga pengemudi dapat membayar tiket sebelum sampai loket.

"Siapkan langkah manual dengan menempatkan sejumlah orang untuk pembayaran tol sehingga tidak terjadi penumpukan." Untuk mengurangi kepadatan di pintu keluar Pejagan arah pantura, Kementerian Perhubungan melakukan rekayasa jalur, yakni bus dan truk keluar lewat gerbang Tol Palimanan, sedangkan bus arah Purwokerto keluar gerbang Tol Pejagan.

Untuk kendaraan kecil nonbus dan truk, dapat terus menuju Brebes Timur melalui ruas tol yang dioperasikan secara fungsional dengan kecepatan 20-30 km/jam karena jalanan masih berpasir.

Kelalaian
Selain kemacetan, tingginya angka kecelakaan masih mewarnai mudik Lebaran 2015 ini. Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Condro Kirono mengatakan hingga tujuh hari menjelang Lebaran (Jumat, 10/7), telah terjadi 117 kecelakaan lalu lintas yang dialami pemudik di seluruh Indonesia.

Sebanyak 22 korban meninggal dunia, 142 orang luka ringan, dan sisanya luka berat. Kebanyakan kecelakaan terjadi akibat pemudik menyalip kendaraan yang melaju, juga karena menabrak kendaraan di depan akibat tidak menjaga jarak, serta pengemudi sedang dalam  kondisitidak sehat.

"Faktor kecelakaan masih didominasi manusia," kata Condro di Cikopo, kemarin. Ia menyarankan pemudik selalu  menjaga stamina dengan cara beristirahat setiap tiga jam. Sementara itu, untuk menekan angka kecelakaan mudik dengan menggunakan sepeda motor, Kementerian Perhubungan memberangkatkan pemudik gratis pengguna sepeda motor dengan kapal, kemarin.

"Tahun ini kita mengangkut 13 ribu unit sepeda motor dan 23 ribu penumpang, naik 2,5 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat melepas keberangkatan pemudik dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin. Dengan melihat tingginya animo masyarakat itu, Jonan mengusulkan anggaran mudik gratis tahun depan dinaikkan tiga kali lipat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya