Bandara Ngurah Rai belum Beroperasi Penuh

MI/(HS/ PO/Ant/I-3)
12/7/2015 00:00
Bandara Ngurah Rai belum Beroperasi Penuh
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
OTORITAS Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara menyatakan bahwa Bandara Internasional Ngurah Rai belum beroperasi penuh setelah sempat ditutup hampir 35 jam akibat terkena dampak erupsi Gunung Raung. Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, Yusfandri Gona, mengatakan masih banyak pesawat yang belum bisa berangkat karena menunggu penyesuaian jadwal setelah sempat gagal terbang.

"Ini akan beroperasi normal tiga hari ke depan," kata Yusfrandri yang ditemui di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, Bali, kemarin. Menurut Yusfandri, sejumlah maskapai yang masih belum bisa berangkat itu di antaranya Hong Kong Airlines, Emirates, dan dua maskapai Australia yang hingga kini masih membatalkan penerbangan, yakni Jetstar dan Virgin Australia Airlines.

Biasanya, rata-rata pergerakan pesawat udara per hari di bandara itu mencapai hingga lebih dari 350 pesawat yang keluar dan masuk atau sekitar 22 kali pergerakan dalam satu jam. Hingga pukul 16.00 Wita kemarin, total baru ada 23 penerbangan domestik yang tinggal landas dan 8 penerbangan internasional yang lepas landas.

Untuk kedatangan domestik, baru 20 pesawat. Adapun untuk kedatangan internasional, tercatat ada empat penerbangan. Pihak Angkasa Pura selaku operator bandara menyebutkan bahwa jadwal keberangkatan menjadi prioritas untuk menghindari penumpukan calon penumpang yang sempat terjadi.

Hingga kemarin, sejumlah calon penumpang masih terlihat menumpuk di beberapa sudut meski tidak sebanyak hari sebelumnya, Jumat (10/7). Sementara itu, penerbangan rute Bandara Internasional Juanda, Surabaya, ke Lombok telah kembali normal setelah sebelumnya ditutup karena terkena dampak letusan Gunung Raung.

Namun, sejumlah penerbangan rute Surabaya tujuan Denpasar, Banyuwangi, dan Jember masih belum normal. "Penerbangan ke Lombok sudah dibuka sejak Jumat (10/7) malam sehingga sudah normal kembali," kata Kepala Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Surabaya, Liza Anindya.

Manajemen Citilink Indonesia pun memutuskan untuk kembali menerbangi Bali dan Lombok. "Hal ini didasarkan pada pemberitahuan (NOTAM) dari otoritas bandara yang mengizinkan airlines untuk menerbangi kembali bandara tersebut.  Ditambah datadata satelit mengenai sebaran abu vulkanis dan pengamatan langsung di lapangan sehingga diputuskan untuk terbang," kata President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta.

Namun, dari Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin, ratusan pemudik Lebaran tujuan Bali, Jawa, dan Makassar masih tertahan menyusul erupsi Gunung Raung yang mengganggu penerbangan. Para calon penumpang masih menunggu di depan konter penjualan tiket di Bandara El Tari untuk menanti kepastian keberangkatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya