Para Pemudik Mulai Padati Terminal Bus

MI/Widjajadi
11/7/2015 00:00
Para Pemudik Mulai Padati Terminal Bus
(MI/GALIH PRADIPTA)
GELOMBANG kedatangan pemudik memasuki wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah, sudah begitu terasa mulai H-7 yang jatuh pada Jumat (10/7). Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean yang mengerahkan 786 personel anggotanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi puluhan ribu perantau Wonogiri yang pulang kampung untuk menikmati Lebaran tahun ini.

Ada sedikitnya 24 pos pengamanan dan enam pos layanan didirikan di titik-titik strategis, demi keterwujudan kelancaran, kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakat yang merayakan hari kemenangan, dengan bersilaturahmi dan berkumpul di kampung halaman masing-masing. "Polisi jelas siap mengamankan, namun dengan bantuan dan sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat, kondusivitas keamanan jelas lebih terjaga dan bahkan mampu menangkal teror," ungkap Kapolres Ajun Komisaris Besar Windro Akbar Panggabean, kemarin.

Windro menyatakan Kabupaten Wonogiri yang memiliki kaum perantau sangat besar, mencapai hampir 40% dari jumlah penduduk yang ada, memiliki dinamika tersendiri pada setiap momen menghadapi Lebaran. Gelombang kedatangan pemudik ke kampung halamannya memberikan warna khas terhadap wajah wilayah Wonogiri yang sangat luas.

Di Jawa Timur, masyarakat yang mudik awal juga mulai terlihat di Terminal Purabaya Kabupaten Sidoarjo. Jumlah penumpang sudah naik 10% jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Lonjakan arus mudik Lebaran ini mulai terlihat di Terminal Purabaya pada H-7. Mereka kebanyakan bekerja di Surabaya dan Sidoarjo dan ingin mudik awal pada Lebaran kali ini.

Jumlah pemudik pada H-7 ini diperkirakan sudah naik 10% dibandingkan pada hari biasa. Pada hari biasa jumlah penumpang rata-rata 28 ribu orang, sedangkan saat ini sudah naik di atas 30 ribu orang. Dari Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung, Lampung, peningkatan arus kendaraan sudah mengalami penaikan sekitar 10% dari hari biasanya.

"Hasil pantauan kami mulai kemarin sudah ada kenaikan penumpang sekitar 10%," ujar Kepala terminal Raja Basa Antoni Makki, kemarin. Antoni Makki juga mengatakan untuk penumpang pada arus mudik sudah terlihat sejak pagi mulai pukul 08.30 sampai pukul 11.00 WIB. "Kalau paling ramai terlihat pukul 15.00 sampai pukul 17.00," katanya.

Antoni memperkirakan penumpang hari biasa 1.750.000 penumpang, namun kemarin dari data yang ada sudah mencapai 2.200.000 penumpang. "Diprediksi akan ada peningkatan arus mudi tahun ini, namun tidak terlalu besar karena anak sekolah liburan sekolah sudah lama," tuturnya.

Tes urine
Pada bagian lain, dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2015, Polrestabes Bandung, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jabar menggelar tes urine bagi para sopir angkutan umum, khususnya sopir bus. Tes Urine dilakukan di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Sekitar 200 sopir ikut menjalani tes urine untuk mengecek fisik dan kesiapan para sopir jelang arus mudik. "Tujuannya yang pertama adalah cek kesehatan, kemudian cek urine. Apakah dia menggunakan bahan berbahaya atau tidak, kemudian memberikan vitamin, supaya para sopir kita di lapangan itu prima," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya