Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ribuan umat muslim menantikan Hari Raya Idul Fitri, warga Kedang, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, justru menjalani hidup dalam ketakutan. Pasalnya, lingkungan tinggal mereka kini dalam ancaman buaya buas yang seolah berebut habitat untuk hidup.
Setelah belasan korban manusia tewas dimangsa buaya pada 2015, kini hingga pertengahan tahun ini sudah belasan pula korban warga yang mati dimakan predator tersebut.
Lasarus ua Kolek, 77 tahun, warga Dusun Hule, Desa Walangsawa, Kecamatan Omesuri, kabupaten Lembata, NTT, Kamis (30/6), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di pantai desa tersebut.
Selain bagian tangan dan kaki korban sudah hilang, juga terlihat luka menganga di bagian perut dan bekas lubang gigitan di sekujur jasad korban. Warga setempat yakin korban dimangsa buaya.
Abu Laba, seorang saksi mata, menyebutkan, pada Rabu (29/6), sekitar pukul 5.30 Wita, korban seperti biasa berpamitan dengan istrinya untuk mandi di Perairan Laut Dusun Hule, Desa Walangsawa.
Saksi Abu Laba yang kebetulan lewat di lokasi tersebut melihat pakaian korban tergeletak di atas kayu di pinggir pantai, sedangkan korban tidak terlihat. Ia pun memanggil warga lainnya untuk melakukan pencarian.
"Pukul 8.00 Wita, kami temukan jejak buaya ke arah muara, dan sekitar 500 meter dari jejak buaya tersebut, ditemukan celana dan potongan usus. Warga kemudian memutuskan untuk tetap menunggu di sekitar muara hingga keesokan harinya, muncul kepala dan badan korban yang tidak utuh lagi dari dalam air di muara tersebut. Lima jam kemudian, sekitar pukul 7.00 Wita, kembali muncul bagian paha korban yang tidak utuh lagi," ujar Abu Laba.
Potongan-potongan tubuh korban pun dibawa ke rumah duka di Desa Walangsawa, Kecamatan Omesuri, untuk dikebumikan.
Meski sudah puluhan warga di wilayah Kecamatan Omesuri dan Buyasuri kerap dimangsa buaya, hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lembata belum melakukan tindakan mencari atau memusnahkan predator ganas tersebut. (PT/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved