Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang selama arus mudik Lebaran, Dinas Kesehatan Kota Palembang melakukan inspeksi dadakan (sidak) di daerah tersebut. Sidak itu dilakukan di Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang, Kamis (30/6).
Sidak dilakukan kepada sopir dari 50 unit bus baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Hasilnya, dua pengemudi bus AKAP di terminal itu positif menggunakan narkoba.
"Dua orang ini adalah sopir dan kondektur. Mereka membawa bus dari Palembang menuju Medan," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Anton Suwindro, Kamis.
Ia mengatakan, skrining tersebut dilakukan melalui sejumlah cara yakni dengan tes urine, tes alkohol, tes pernapasan, tes gula darah, tes tekanan darah, dan indeks berat tubuh.
"Di dalam tubuh kedua orang ini ada zat amfetamin yang menjadi salah satu indikator pemiliknya adalah seorang pengguna obat-obatan. Jika hal ini tidak kita lakukan dan kita dapati, maka dikhawatirkan akan membahayakan penumpang yang menggunakan jasanya," ujarnya.
Keduanya kini diserahkan kepada pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Selatan untuk diselidiki lebih lanjut.
Selain itu, terdata juga 30% dari 50 pengemudi dan kondektur yang diperiksa juga menderita penyakit darah tinggi dan gula darah tinggi. Anton menjelaskan pemeriksaan dini pada pengemudi tersebut diperlukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan selama masa angkutan Lebaran.
"Kalau ini dibiarkan, akan membahayakan penumpang karena pengemudi yang menderita darah tinggi akan cepat lelah dan berdampak pada berkurangnya fokus pengemudi dalam berkendara," beber Anton.
Untuk pengemudi yang menderita darah tinggi dan gula darah tinggi, pihaknya menganjurkan untuk segera menjalani pengobatan di sejumlah posko kesehatan di sepanjang jalur Lintas Sumatra yang dilewatinya.
"Deteksi dini pada kondisi pengemudi dinilai sangat penting karena dibutuhkan kondisi tubuh yang prima saat mengemudikan kendaraan besar untuk jarak jauh. Idealnya, satu orang pengemudi setidaknya harus beristrirahat setidaknya empat jam sekali agar konsentrasi dan kondisi tubuh menjadi fit kembali," jelas dia.
Ia mengimbau, agar para pengemudi mengajak sopir cadangan agar bisa secara bergantian bila sopir utama sudah lelah.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Sumsel, Sudirman, menambahkan, pemeriksaan terhadap pengemudi sangat penting karena jumlah pengguna angkutan darat di daerah tersebut masih cukup tinggi.
Diketahui, jumlah bus AKDP di Sumatra Selatan ada sebanyak 528 unit dengan kapasitas 11.486 kursi. Sementara untuk AKAP, ada sebanyak 222 unit bus dengan total 6.268 kursi. (DW/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved