Polisi Gelar Tes Urine Sopir Bus di Terminal Indihiang

Kristiadi
30/6/2016 20:23
Polisi Gelar Tes Urine Sopir Bus di Terminal Indihiang
(ANTARA)

RATUSAN sopir dan kondektur angkutan kota antar provinsi melakukan tes urine di terminal tipe A Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menjelang angkutan mudik Lebaran. Pemeriksaan itu dilakukan mulai tes urine, darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol serta tensi darah.

"Kami tidak menemukan sopir dan kondektur mengonsumsi narkoba saat pemeriksaan yang dilakukan Polres Tasikmalaya Kota, akan tetapi sekarang ini mereka kembali di tes urine, tensi, dan asam urat serta kolesterol. Pemeriksaan itu dilakukan agar mereka benar-benar sehat saat saat menjalankan kendaraan terutama untuk angkutan mudik Lebaran," kata Kepala Bidang Kesehatan dan Pengendalian Penyakit, dr Sarwono, Kamis (30/6).

Sarwono mengatakan, pemeriksaan sopir dan kondektur yang telah dilakukannya untuk menjaga kesehatan saat melakukan perjalanan terutama pada angkutan mudik Lebaran nanti. Namun, upaya itu setiap tahun tetap dilakukan agar menjaga keselamatan terutama berkendara.

"Mudah-mudahan di Lebaran kali ini tidak ada musibah terutama angkutan mudik agar mereka sampai tujuan masing-masing dengan selamat," ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Erustiana, mengungkapkan, tes urine yang dilakukan di Terminal Indihiang menyasar 50 orang sopir Aangkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Dalam pemeriksaan itu, tidak ada sopir dan kondektur sebagai pengguna narkoba. Para sopir juga senang menjalani tes gratis tersebut.

"Tes urine yang dilakukan oleh satuan narkoba Polres Tasikmalaya Kota tidak menemukan sopir dan kondektur sebagai pengedar, pengguna, dan semuanya dalam kondisi sehat. Bahkan mereka juga siap mengangkut penumpang dengan tujuan daerah yang dituju terutama menjaga kesehatan dan kenyamanan serta mereka juga tidak akan ugal-ugalan," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarsari, Kompol Dani, mengatakan, telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Bus Budiman nopol Z 7517 HP yang dikemudikan Mamun Ruhimat, 47, warga Dusun Mulyasari, RT 02 RW 07, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya terperosok masuk perkebunan warga di Jalan Raya Banjar-Banjarsari. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan luka pada insiden yang dialami bus berpenumpang 6 orang itu.

"Bus mengalami kerusakan pada belakang kendaraan setelah terperosok masuk perkebunan karena ditabrak sebuah kendaraan Grand Max bermuatan sepeda motor nopol Z 8000 BQ yang dikemudikan Hendrik, 40, warga Dusun Sukamanah, RT 03 RW 06, Desa Sukamanah, Kecamatan Imbanagara, Kabupaten Ciamis. Peristiwa itu terjadi Rabu (29/6) malam sekitar pukul 19.45 WIB," katanya.

Dani mengungkapkan, bus Budiman tersebut berangkat dari Pangandaran tujuan Bekasi saat melintas di Jalan Raya Banjarsari tersebut, menghindari tabrakan dengan truk pengangkut pasir. Sopir bus langsung banting stir ke arah kiri jalan hingga terperosok masuk perkebunan.

"Bus Budiman yang masuk itu ditabrak lagi oleh Grand Max dan menyebabkan bodi kendaraan rusak," ujarnya.

Menurut Dani, kecelakaan itu juga disebabkan kondisi jalan licin akibat diguyur hujan deras dan juga minimnya lampu penerangan jalan. (AD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya