Jumlah Pemudik KA Meningkat

MI/Liliek Dharmawan
10/7/2015 00:00
Jumlah Pemudik KA Meningkat
( ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
LONJAKAN jumlah penumpang kereta api (KA) dari arah Jakarta menuju  kota-kota di Jawa Tengah (Jateng) seperti Brebes, Purwokerto, Cilacap, Kebumen, dan Purworejo mulai meningkat pada H-7, Jumat (10/7). Peningkatan pemudik yang menggunakan jasa KA meningkat hingga 6,11%. Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto Surono

mengungkapkan peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan jasa KA ialah pada H-7 Lebaran. "Mulai H-7, jumlah penumpang mengalami peningkatan. Sebab, mulai H-7 akan ada tambahan 9 KA Lebaran yang terdiri atas 6 KA komersial dan 3 KA subsidi (PSO). Jadi, tidak ada puncak arus mudik pada masa angkutan Lebaran, sebab PT KAI hanya menjual tiket sesuai dengan tempat duduk," katanya, kemarin.

Surono menyebutkan volume penumpang naik dan turun selama masa angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat 6,11%. "Jika pada Lebaran 2014 lalu jumlah penumpang mencapai 524 ribu lebih, pada masa angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 556 ribu lebih," ujar Surono. Menurutnya, pada masa angkutan Lebaran 2015, sembilan KA tambahan Lebaran yang lewat Daop 5 Purwokerto bisa mengangkut 9.928 penumpang.

Sedangkan untuk KA-KA reguler, tersedia 38 ribu tempat duduk. "Jadi, kalau dalam kondisi biasa, penumpang yang bisa terangkut hanya 38 ribu lebih, maka jumlah penumpang yang terangkut 48,8 ribu penumpang," jelasnya. Pada bagian lain, kendaraan yang melintas melalui Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) diprediksi naik hingga 27% pada arus mudik tahun ini.

Salah satu penyebabnya ialah keberadaan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Hal tersebut diungkapkan General Manager PT Jasa Marga Cabang Palikanci,  Teddy Rosady, kemarin. "Kendaraan yang melalui Tol Palikanci pada arus mudik tahun ini diprediksi naik hingga 27% atau sebanyak 451.111 kendaraan," kata Teddy. Kenaikan tersebut di antaranya disumbang dengan beroperasinya Tol Cipali.

Titik kemacetan
Di sisi lain, Polres Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), mengidentifikasi ada tujuh titik kemacetan di jalur tengah dan jalur selatan penghubung antara Jakarta-Yogyakarta ataupun Bandung-Yogyakarta. Polres bakal menempatkan personel untuk mengantisipasi kemacetan yang akan dimulai pada H-7, Jumat ini. Ke-3 titik kemacetan yang berada di jalur tengah ialah Jl Raya Pasar

Karanglewas, Jl Raya Pasar Wage Purwokerto, dan Jl Raya Sokaraja, sedangkan di jalur selatan ada empat titik, yakni di pintu perlintasan KA Sumpiuh, Jl Raya Pasar Jatilawang, Jl Raya Wijahan Kemranjen, dan Simpang Empat Buntu. Di Jawa Barat, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Polisi Suharto, mengatakan arus mudik dan balik tahun ini tidak akan terhalang kemacetan terutama di jalur utama selatan Bandung arah Tasikmalaya menuju Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

"Arus lalu lintas untuk tujuan Tasikmalaya menuju arah Pangandaran mudah-mudahan tahun ini lancar dan tidak ada hambatan kemacetan," ujarnya seusai gelar Ketupat Lodaya, kemarin. Di Jawa Timur, sebanyak 14 titik pasar tumpah dan objek pariwisata di Kabupaten Lamongan berpotensi menimbulkan kemacetan bagi pemudik. Pasar tumpah itu di antaranya berada di sepanjang jalur tengah nasional dan di sejumlah titik ruas jalur pantura Deandles. Hal itu diperkirakan bakal menimbulkan kemacetan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya