Pasar Tumpah Hadang Pemudik

MI/Akhmad Safuan
11/7/2015 00:00
Pasar Tumpah Hadang Pemudik
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
MESKI terbantu adanya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), bukan berarti pemudik pada Lebaran tahun ini tak akan lagi dipusingkan dengan kemacetan. Selain potensi menumpuknya kendaraan di akses keluar Tol Pejagan, pasar tumpah bakal menghadang mereka di jalur pantura Jawa Tengah. Pada H-7 kemarin, jalur pantura mulai diramaikan pemudik yang menggunakan mobil, sepeda motor, dan angkutan umum.

Kendaraan pribadi dan bus memasuki Jateng melalui Tol Pejagan dan ruas jalur pantura di Cisanggarung, Losari, Brebes. Kemacetan parah memang belum terjadi, tetapi laju mereka sempat tersendat di beberapa titik, seperti di pusat-pusat kota dan titik pasar tumpah. Pasar tumpah memang menjadi penghambat, apalagi dari Brebes hingga Pati, jumlahnya sangat banyak.

Di Brebes, misalnya, pemudik harus melewati Pasar Losari dan Tanjung, kemudian Pasar Pagi dan Sumur Panggang di Kota Tegal, serta Pasar Kramat, Surodadi, dan Slawi di Kabupaten Tegal. Aparat terkait pun sudah menyiapkan antisipasi untuk meminimalisasi dampak pasar tumpah terhadap kelancaran arus mudik. Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, misalnya, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas di pasar-pasar tersebut serta memasang pagar bambu dan tali selama arus mudik.

Dengan begitu, para pedagang dan pembeli diharapkan tidak merangsek ke bahu jalan. "Jika kondisi terpaksa, kita akan buat pagar betis di sepanjang pasar," tutur Wahyu. Kasatlantas Polres Demak Ajun Komisaris Sonhaji menyatakan, untuk mencegah pasar tumpah meluber ke jalan raya, aparat kepolisian akan disiagakan 24 jam di lokasi.

Kapolda Jateng Irjen Noer Ali menegaskan secara umum jalan di Jateng siap menyambut pemudik, tapi ia mengingatkan pemudik untuk berhati-hati karena jalur pantura sedikit bergelombang. Data dari Posko Pengamanan Lebaran di Cisanggarung, Losari, kemarin, menunjukkan jumlah mobil pribadi yang melintas 70-90 unit per menit, bus 5 unit per menit, dan sepeda motor 120 unit per menit.

Di jalur tengah dan selatan, pengamanan khusus dilakukan di pelintasan kereta api. Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, ada 19 pelintasan jalan provinsi, lima titik di jalan nasional, dan 28 pelintasan tanpa palang pintu. "Pemudik yang lewat Banyumas, Kebumen, hingga Purworejo harap hati-hati."

Tiga skenario
Wakil Kepala Korlantas Polri Brigjen Sam Budigusdian memprediksi puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada H-3 atau Selasa (14/7). Ia juga yakin kemacetan tak akan separah tahun lalu karena Tol Cipali sudah bisa dilewati dan libur anak sekolah telah usai. Meski begitu, pihaknya telah siap mengantisipasi kemacetan. Jika Tol Cipali macet, misalnya, ada tiga skenario.

Pertama, pemudik diarahkan ke jalur tengah lewat Purwakarta dan Subang. Kedua, pemudik diarahkan lewat pantura via Jomin Selatan. "Kalau masih padat juga, akan ditutup di Km 66 Cikampek, dan pemudik dialihkan ke arah Bandung," jelas Sam. Di sisi lain, untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang kereta api, PT KAI menyiapkan 15 rangkaian kereta tambahan, 12 di antaranya untuk Daop I Jakarta. "Ke-12 rangkaian itu kami siapkan enam di Stasiun Pasar Senen, enam di Gambir," ujar Senior Manager Corporate Communication PT KAI Daop I Bambang Setiyo Prayitno



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya