Demi Keselamatan, Pengemudi Wajib Periksa Kesehatan

MI/(Bow/Ant/X-25)
11/7/2015 00:00
Demi Keselamatan, Pengemudi Wajib Periksa Kesehatan
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
MENTERI Perhubungan Ignatius Jonan kemarin memantau kesiapan pengemudi bus antarkota di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Dalam pemantauan tersebut, Menteri Jonan dan stafnya menemukan lima pengemudi bus tidak layak jalan karena kondisi mereka tidak prima. "Alasannya lebih ke kondisi fisik pengemudi, ada yang sakit dan ada yang sedang mengonsumsi obat," kata Jonan. Selanjutnya Jonan mengunjungi kelima sopir bus trayek Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang kini tengah menjalani perawatan di klinik Terminal Kampung Rambutan.

"Inilah pentingnya tes urine bagi pengemudi. Jadi, kalau tidak prima, tidak berangkat," ujar Menhub. Kementerian Perhubungan mewajibkan semua pengelola terminal untuk mengadakan tes urine bagi pengemudi bus arus mudik dan balik Lebaran 2015. Selain memeriksa kondisi bus dan pengemudi, Jonan juga meninjau loket pembelian tiket dan pos istirahat bagi pemudik serta ruangan khusus bagi ibu menyusui.

"Idealnya semua fasilitas itu tersedia pada hari biasa," ungkap Jonan. Terkait penurunan jumlah pemudik menggunakan bus yang diperkirakan mencapai kisaran 5%, Jonan mengakui penyebabnya bisa karena penumpang beralih ke moda angkutan ataupun faktor internal terminal.Kepala Stasiun Kampung Rambutan Laudin Situmorang menambahkan puncak mudik melalui Terminal Kampung Rambutan terjadi pada 14 Juli 2015 atau H-3 sebelum Idul Fitri.

Sebelumnya, Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Gede Pasek Suardika mengatakan pemudik yang menggunakan transportasi darat diperkirakan turun 5,97%. Jika pada 2014 mencapai 5.231.389 orang, tahun ini diperkirakan hanya 4.918.964 orang. Pemudik dengan kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, diproyeksikan meningkat pada Lebaran 2015. Pengguna kendaraan roda empat naik 5,8% menjadi 1,68 juta unit, sedangkan kendaraan roda dua meningkat 7,77% menjadi 2,02 juta kendaraan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya