Erupsi Raung Diprediksi Lama

MI/ Khoirul Hamdani
11/7/2015 00:00
Erupsi Raung Diprediksi Lama
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
AKTIVITAS vulkanis Gunung Raung (3.332 mdpl) yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Provinsi Jawa Timur, masih tinggi. Kemarin, abu yang dihembuskan mencapai ketinggian 10-20 ribu kaki yang mengarah ke timur. Akibatnya, lima bandara ditutup. Selain mengganggu dan membahayakan penerbangan, abu vulkanis juga melanda sejumlah kecamatan di Banyuwangi.

Yang paling parah terkena ialah Kecamatan Songgon, Sempu, Licin, dan Wongsorejo. Abu berwarna hitam pekat terlihat di jalanan, halaman, pepohonan, dan atap rumah penduduk. Namun, warga masih bisa beraktivitas di luar rumah dengan menggunakan masker, penutup kepala, dan sebagian berkacamata. Hujan abu yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB kemarin nyaris merata ke seluruh wilayah Banyuwangi.

Suara gemuruh dan sesekali dentuman juga masih terdengar dari arah Gunung Raung. Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Balok Suryadi, hingga kemarin petang, gempa tremor masih terjadi. Asap pekat terus keluar dan terbawa angin yang mengarah ke timur, selatan, dan tenggara. "Kalau anginnya masih terus seperti ini, amat mungkin masih mengganggu aktivitas penerbangan," ujarnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan tipe erupsi Gunung Raung ialah strombolian, yaitu mengeluarkan lava cair tipis, tekanan gas sedang, dan letusannya mengeluarkan material padat. Biasanya letusan itu tidak kuat, tapi terus-menerus dan berlangsung lama.

"Jadi ini tidak dapat diprediksi kapan erupsi berakhir," kata Sutopo dalam rilisnya, kemarin. Berdasarkan data, tremor terus terjadi dengan amplitudo 6-32 mm, dengan dominan 29 mm. Tremor yang terus-menerus itu mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau magma encer dari bawah kawah. Namun, status Raung hingga saat ini masih siaga (level III) dengan radius 3 km sebagai zona terlarang karena berbahaya terkena lava pijar.

Dua bandara dibuka
Selain itu, ada lima bandara yang ditutup akibat abu Raung ialah Ngurah Rai (Bali), Blimbingsari (Banyuwangi), Notohadinegoro (Jember), Selaparang (Lombok), dan Bandara Internasional Lombok. Ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan. Namun, dari kelima bandara itu, dua bandara di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 11.05 waktu setempat kembali dibuka.

"Karena perkembangan arah abu vulkanis berkurang, kedua bandara di NTB dibuka, sudah beroperasi normal," kata Direktur Navigasi Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta. Sementara itu, bandara lainnya masih ditutup hingga sore dan belum bisa dipastikan kapan akan dibuka lagi.  "Kami sudah mengonfirmasi kepada pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Bandara dibuka jika abu tidak mengancam keselamatan," lanjut Novie.

Juru Bicara Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan 112 penerbangan. Pihaknya membebaskan seluruh biaya pembatalan, rebooking/reroute fee, refund fee, ADM fee, dan fee perubahan tiket lainnya bagi para penumpang. Sejumlah penumpang menyatakan pengertian mereka atas pembatalan itu.

Oleh karena itu, ada yang akhirnya memilih melanjutkan perjalanan lewat jalur darat. "Saya akan naik travel karena sudah memesan hotel untuk liburan keluarga di Bali," kata Yani,40, salah satu calon penumpang di Bandara Juanda tujuan Denpasar. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya