Pascalongsor Purworejo Muncul Rekahan di Enam Desa

Agus Utantoro
29/6/2016 19:46
Pascalongsor Purworejo Muncul Rekahan di Enam Desa
(MI/ Furqon Ulya Himawan)

PASCALONGSOR yang melanda Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, kini muncul rekahan yang berpotensi menjadi pemicu bencana longsor lagi. Rekahan tahan itu muncul di enam desa.

Hasil pemantauan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Purworejo, sejumlah rekahan tanah itu terjadi di Desa Kalikalong Kecamatan Loano sebanyak dua lokasi, masing-masing sepanjang 200 meter. Rekahan ini mengancam sedikitnya 40 rumah di Dusun Segunung 1, Segunung 2, dan Krajan.

Adapun retakan tanah di Dusun Beru Tengah Desa Kalisemo Loano sepanjang 200 meter mengancam 15 rumah yang dihuni 64 jiwa. Di Dusun Caok Karangrejo ditemukan rekahan sepanjang 150 meter mengancam sedikitnya 11 rumah.

Sedangkan rekahan tanah di Kecamatan Purworejo, ditemukan di Donorati sepanjang 200 meter dan mengancam sedikitnya 40 rumah, bukit Desa Sudimoro muncul rekahan sepanjang 150 meter mengancam 15 rumah, serta Desa Sidomulyo dua titik sepanjang 150 meter dan 400 meter, yang mengancam satu rumah.

"Untuk Sidomulyo potensi ancamannya tidak besar, sebab retakan ada dalam hutan dan jalurnya tidak melewati kawasan permukiman warga," ungkap Boedi Hardjono, Kepala BPBD Purworejo, Rabu (29/6).

Ia mengemukakan rekahan itu muncul akibat hujan sangat deras yang mengguyur Kabupaten Purworejo ketika bencana terjadi. Rekahan di beberapa desa bahkan sudah turun hingga satu meter. Lebar retakan rata-rata 15 cm-20 cm.

Lebih lanjut ia mengatakan, rekahan-rekahan tanah itu berpotensi menjadi longsor apabila kawasan Purworejo kembali diguyur hujan dengan curah tinggi atau dengan intensitas tinggi. Air yang masuk ke retakan, ujarnya, dapat menyebabkan tanah semakin jenuh air dan mudah longsor.

"Untuk itu harus diantisipasi dan sudah mulai dilakukan, yakni dengan menutup rekahan tanah serta melarang warga membuat kolam ikan di lereng bukit. Selain itu, kami minta warga mengungsi apabila hujan deras lebih dari dua jam mengguyur desa mereka," ujarnya. (AU/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya