PERBURUAN terhadap kelompok teroris pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, akan kembali digelar seusai Lebaran. Operasi dilakukan dengan sandi Camar Maleo III.
"Kami akan mendapat tambahan kekuatan dari Brimob Kelapa Dua, Jakarta, dan anggota TNI untuk memburu kelompok Santoso. Dari TNI, ada pengerahan kekuatan dari Korem 132 Tadulako dan Kodam VII Wirabuana," papar Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Aziz, di Palu, kemarin.
Target operasi ialah 24 nama yang sudah masuk daftar pencarian orang.
"Kami tidak menemukan kendala dalam operasi sebelumnya. Kelompok teroris ini harus ditumpas habis karena negara tidak boleh kalah dari mereka," tandas Kapolda.
Di sisi lain, sampai kemarin, TNI masih menjalankan operasi teritorial di wilayah Poso Pesisir.
Sejumlah kegiatan dilaksanakan, di antaranya bedah rumah, pencetakan sawah, dan sejumlah kegiatan simpatik lain.
"Tujuan operasinya ialah mengubah pola pikir warga terhadap nasionalisme," ungkap Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Bahtiar.
Selama beroperasi di daerah tersebut, TNI mengamankan puluhan senjata api, organik dan nonorganik.
Sejumlah senjata didapat dari hasil sitaan dan sebagian lainnya hasil penyerahan dari masyarakat.
Bahtiar menyatakan semua senjata api tersebut masih bisa digunakan.
Selain senjata, TNI menyita amunisi.
"Semua barang bukti yang disita masih diamankan di Poso untuk kemudian dimusnahkan," jelas Bahtiar.
Senjata diserahkan warga secara sukarela setelah TNI melakukan pendekatan di wilayah operasi.
"Dengan penyerahan senjata ini, saya pikir Poso ke depan akan makin kondusif."