AKTIVITAS Gunung Raung yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowowo, sudah ditetapkan dalam status Siaga atau level III.
Dengan status itu, evakuasi warga di lereng gunung belum akan dilakukan.
"Proses evakuasi baru akan dilakukan jika ada peningkatan status Gunung
Raung dari Siaga menjadi Awas. Kami sudah menyiapkan 33 titik evakuasi yang tersebar di tiga kabupaten," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur, Sudharmawan, di Surabaya, kemarin.
BPBD berupaya agar tidak ada korban selama gunung Raung erupsi.
Upaya simulasi bersama warga juga sudah digelar berkali-kali sejak 2012.
Dari Banyuwangi dilaporkan, ada ratusan jiwa warga yang berada di lereng Gunung Raung yang belum masuk skenario penanggulangan erupsi.
Mereka berada di Kampung Raun Petak 70, Desa Kajarhajo, Kecamatan kalibaru, dan Kampung Siling, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
"Tidak ada rambu-rambu atau jalur evakuasi. Tidak ada wakil pemerintah yang datang ke kampung kami," kata Samidi, tokoh warga Kampung Raun.
Kampung ini berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Raung. Total warga di daerah ini mencapai 223 jiwa.
Adapun Kampung Siling dihuni 35 kepala keluarga.
Jaraknya dari puncak Gunung Raung lebih dekat lagi, yakni kurang dari 6 kilometer.
"Suara gemuruh dan dentuman terdengar sangat kencang di kampung kami," kata Edi, warga.
Sampai kemarin, BPBD Banyuwangi belum mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, dan belum memasang rambu evakuasi.
Sebaliknya di Bondowoso, aparat sudah bersiap dengan upaya evakuasi dan pengungsian.
"Tenda pengungsian akan membuat resah warga di desa terdampak," kilah Camat Songgon, Banyuwangi, Wigiono.
Di kecamatan ini, hanya ada tenda posko bencana yang didiirikan Kodim 0825/ Banyuwangi.
"Ini langkah antisipasi yang kami siapkan, supaya aparat tidak kelimpungan saat bencana datang," kata Dandim Banyuwangi Letkol Infanteri Mengapul Hutajulu.
Sehari sebelumnya, Gunung Sirung yang berada di Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, mengeluarkan asap tebal dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas bibir kawah.
Kondisi itu mengakibatkan penerbangan pesawat dari Bandara El Tari Kupang tujuan Pulau Lembata dan Alor terganggu.
Dua penerbangan maskapai Trans Nusa ke Lembata dan Alor pun dihentikan.
"Selain asap tebal, ada juga kabut sehingga pemandangan terganggu. Gunung ini sering mengeluarkan asap, tapi kali ini asapnya lebih tebal," kata Camat Pantar Tengah Agustinus Bela'a.