KRISIS air bersih melanda tiga kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, satu bulan terakhir.
Untuk membantu ribuan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap telah menyalurkan air bersih untuk ribuan warga di Kecamatan Patimuan, Kawunganten, dan Bantarsari, itu.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Supriyanto mengungkapkan, sampai kemarin, pihaknya telah menyalurkan 30 tangki untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga kecamatan tersebut.
"Sumur-sumur warga telah mengering. Karena itu, mereka mengajukan bantuan air bersih."
Ancaman kekeringan sangat terasa di wilayah ini.
Sebelumnya, Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap memprediksi gelombang panas El Nino menguat di wilayah Jawa Tengah selatan ini.
Akibatnya, selama Juli-Agustus, curah hujan bakal di bawah normal.
Kekeringan akan lebih parah dibandingkan dengan musim kemarau tahun sebelumnya.
Kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, juga menyebabkan stok penyangga untuk bencana terus terkuras.
"Kami mulai kekurangan buffer stock," aku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo.
Sebagian besar stok sudah disalurkan untuk membantu warga korban bencana.
"Memasuki musim kemarau, di Kabupaten Sukabumi banyak terjadi kebakaran. Buffer stock untuk bantuan bencana sudah menipis karena banyak disalurkan," terang Usman.
Buffer stock bantuan bencana itu di antaranya terdiri dari tikar, selimut, genteng, serta tiang penyangga.
Bantuan disalurkan untuk meringankan beban korban bencana.
"Kami sudah mengajukan kembali tambahan bantuan stok pada APBD perubahan, sehingga bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun," pungkas Usman.
8 Daerah terdampak Dari Nusa Tenggara Timur dilaporkan, bencana kekeringan yang melanda persawahan di wilayah ini terus meluas.
Sampai kemarin, ada delapan kabupaten dan kota yang sudah dilanda kekeringan.
Satu kecamatan yang dilaporkan terakhir ialah Ndori di Kabupaten Ende.
Di lokasi ini, sebanyak 5,2 hektare sawah di Desa Ratemangga tidak dapat diolah pada musim tanam ini.
Pasalnya, debit sumber air yang selama ini menyuplai air ke persawahan terus berkurang.
"Air tidak dapat dialirkan ke persawahan membuat persawahan tidak bisa diolah," ujar Marianus, warga.
Adapun tujuh kecamatan lainnya yang juga dilanda kekeringan berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni Amanuban Selatan, Kuanfatu, Kolbano, Boking, Toianas dan Kualin.
Adapun di Kota Kupang, bencana kekeringan terjadi di persawahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, mencapai luasan sekitar 100 hektare.
Adapun, petani yang menderita kekeringan di enam desa di Timor Tengah Selatan berjumlah sekitar 12.204 orang atau 2.938 keluarga.
Dari pantauan di persawahan Oebufu, kemarin, lahan pertanian yang kekeringan sudah ditinggalkan petani.
Bahkan rumput di persawahan terlihat mulai layu dan menguning karena tidak mendapat air, sejak April lalu.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanes Tay mengatakan pemerintah telah mengirim benih kepada petani korban kekeringan untuk ditanam pada lahan mereka.
Mereka diminta mengambil air dari sumur untuk menghidupi tanaman selama musim kekeringan.
Benih yang diserahkan ke petani terdiri dari tanaman hortikultura yang tidak banyak membutuhkan pasokan air. Di wilayah ini, jika kekeringan berlangsung panjang, para petani memilih berganti profesi menjadi buruh bangunan atau berdagang di wilayah perkotaan. (BB/PO/AM/TS/N-3)