Harga Gula di Kupang Rp14.000 Per Kilogram

Palce Amalo
29/6/2016 09:42
Harga Gula di Kupang Rp14.000 Per Kilogram
(Dok. MI)

HARGA gula di pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (29/6), masih bertahan di level Rp14.000 per kilogram (kg).

Harga gula tinggi karena stok di pedagang mulai berkurang. Karena itu untuk memenuhi kebutuhan gula, Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur mendatangkan sekitar 27 ton gula dari Surabaya, Jawa Timur.

Ratusan ton gula tersebut dijadwalkan tiba di Pelabuhan Peti Kemas Tenau, Kupang pekan ini.

Sementara harga gula di lokasi operasi pasar Bulog Divre NTT saat ini sebesar Rp12.500 per kg. Namun, di sejumlah pedagang, gula dijual sebesar Rp13.000 per kg.

"Bulog telah menambah jumlah pasokan yang akan mulai dipasok pada minggu ini," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur Naek Tigor Sinaga di Gedung BI seusai menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Penambahan stok gula merupakan salah langkah menjaga inflasi di daerah melalui program ketahanan pangan khusunya komoditas bahan makanan.

Selain itu, Bulog juga meningkatkan kerjasama dengan pedagang besar untuk meningkatkan beras operasi pasar.

"Saat ini harga beras relatif stabil, bahkan turun sebesar 0,03%," ujarnya.

Tigor mengatakan TPID tetap menjaga kestabilan laju inflasi sampai akhir tahun ini. Langkah lain selain program ketahanan pangan yang dicapai dalam pertemuan tersebut ialah meningkatkan fasilitas bandara El Tari dengan cara memperluas area parking stand pesawat sehingga jumlah penerbangan bisa lebih banyak dari saat ini.

Hal ini bertolak dari tingginya tarif angkutan udara di daerah yang menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi atau sebesar 2,85%. Kemudian menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Tigor, rencana peringatan Hari Keluarga Nasional pada Agustus 2016 di Kupang yang akan dihadiri sekitar 10.000 orang juga perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi seperti angkutan udara, bahan makanan, dan biaya tempat tinggal.

"Rencana aksi TPID ialah mengindentifikasi komoditas potensi tekanan inflasi yang cukup tinggi pada bahan makanan dan angkutan udara," ujarnya.

Tigor yang juga Wakil Ketua TPDI NTT minta pemilik rumah makan dan restoran tidak menaikan harga makanan pada peringatan Hari Keluarga Nasional tersebut. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya