Petugas Amankan Pemasang Batu di Rel KA

Antara
28/6/2016 23:51
Petugas Amankan Pemasang Batu di Rel KA
(LILIEK DHARMAWAN)

PENJAGA pintu perlintasan jalan mengamankan sejumlah anak yang sengaja memasang batu di atas rel kereta api di sekitar Stasiun Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (28/6).

"Ada tiga anak yang tertangkap tangan sengaja memasang batu di atas rel kereta api di Stasiun Probolinggo dan ulah iseng mereka mengancam keselamatan kereta api yang melintas," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi IX Jember Krisbiyantoro saat dihubungi.

Tiga anak yang diamankan, yakni berinisial WY (12), HK (10), dan DW (12), ketiganya warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Menurut dia, penjaga Pintu Perlintasan Jalan (PJL) 195 bernama Heri Kristono hendak menutup palang pintu karena KA 88 Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya akan melintas pada pukul 13.20 WIB. Namun, petugas PJL tersebut melihat ada lima anak yang berjalan di rel dari Barat menuju ke Timur.

"Anak-anak tersebut menaruh batu di atas rel sehingga petugas PJL menegur mereka dan mengejar lima anak itu. Namun, hanya tiga anak yang berhasil diamankan dan diserahkan kepada pihak Stasiun Probolinggo," tuturnya.

Setelah dimintai keterangan di Stasiun Probolinggo, lanjut dia, orangtua anak-anak tersebut dipanggil, kemudian petugas memberikan pembinaan kepada mereka bahwa tindakan mereka sangat membahayakan keselamatan kereta api yang mengangkut ratusan penumpang tersebut.

"Berdasarkan keterangan petugas, anak-anak tersebut memasang batu di atas rel karena iseng dan main-main saja sehingga mereka tidak mengetahui risiko berbahaya bagi kereta api yang melintas," katanya.

Krisbiyantoro menjelaskan bahwa pemasangan batu di atas rel tersebut dapat mengakibatkan kecelakaan fatal yang membahayakan bagi perjalanan kereta api karena KA yang melaju dengan kecepatan kencang bisa anjlok hingga gerbongnya terguling.

"Kereta api yang anjlok dan terguling risikonya tidak hanya kerugian material namun bisa saja korban jiwa atau penumpang yang naik kereta tersebut," ujarnya.

Selama masa angkutan Lebaran 2016, PT KAI Daop IX Jember juga menambah jumlah petugas pemeriksa jalan (PPJ) sebanyak 24 orang untuk memeriksa petak jalan yang akan dilalui kereta api selama masa angkutan Lebaran 2016.

"Tugas utama PPJ adalah memastikan keamanan rel kereta pada petak jalan tertentu, sebelum kereta api melewati jalur rel tersebut. Apabila petugas berpendapat bahwa rel tidak aman dilewati oleh kereta api, petugas bisa memberhentikan kereta api sebelum titik bahaya," katanya. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya