Daging Busuk Beredar di Pasar Probolinggo

Abdus Syukur
28/6/2016 19:04
Daging Busuk Beredar di Pasar Probolinggo
(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

UNTUK menjaga stabilitas dan menekan harga daging sapi di pasaran agar tidak terus mengalami kenaikan, Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur Rukmini melakukan sidak ke sejumlah pasar, Selasa (28/6). Hasilnya, Rukmini bersama petugas yang menyertainya sidak, justru menemukan daging sapi beku yang sudah tidak layak jual lagi.

Dalam inspeksi ke Pasar Baru dan Pasar Wonoasih tersebut, petugas memeriksa dan meneliti satu-persatu daging sapi yang dijual para pedagang dengan menggunakan alat uji kebusukan dan pengukur keasaman daging sapi. Tidak ketinggalan, petugas juga memeriksa daging sapi beku yang tersimpan dalam lemari pendingin.

Hasilnya, petugas menemukan beberapa kilogram daging sapi beku yang mulai membusuk dengan kadar keasaman kurang dari 6,5 derajat. Selain itu warna daging pucat dan mulai mengeluarkan bau dan aroma yang kurang sedap.

"Sidak ini juga sekaligus sosialisasi dan peringatan kepada para pedagang agar tidak menjual daging sapi yang tidak layak. Jika masih nekat menjual daging sapi yang mulai membusuk, pasti akan diberikan sanksi. Selain itu dengan sidak ini, kami berharap bisa menjaga harga daging sapi tetap stabil, tidak mengalami kenaikan yang luar biasa,” kata Rukmini.

Dari hasil sidak di pasaran, diketahui harga daging sapi di Probolinggo masih tetap tinggi, yakni antara Rp100 ribu hingga Rp110 ribu setiap kilogramnya.

"Keuntungan yang didapat sebenarnya makin menipis, karena harga dari jagal sudah naik beberapa kali. Tapi para pedagang menjualnya dengan harga tetap, khawatir kalau terlalu mahal justru tidak laku, warga enggan membelinya," terang Sundari, pedagang di Pasar Wonoasih Probolinggo. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya