Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LEDAKAN lubang tambang batu bara PT. NAL di Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Senin (27/6), sekira pukul 22.30 WIB, melukai lima pekerja tambang.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Kedaruratan Logistik (PK dan KL) BPBD Kota Sawahlunto Indra, Selasa (28/6), mengatakan, pihaknya diberitahu masyarakat adanya kejadian ledakan tambang di lokasi tersebut. "Kita diberitahu masyarakat, setelah kita cek di lapangan, ternyata korban telah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Dokter Irwan yang menangani korban mengatakan, tiga orang di antara lima korban dalam kondisi luka cukup parah, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil di Padang. Ketiganya adalah Firman Dedi, 43, Kamundi Halawa, 35, dan Siswoko, 40. Sementara dua korban lain yakni April Syaiful, 37 dan Adi Tusiman, 35, di rawat di rumah sakit setempat.
Irwan mengungkapkan, pasca kejadian seluruh korban diberi pertolongan pertama dengan memberi alat bantu pernapasan berupa instalasi endotrakhea dan infus serta upaya pemindaian keluar masuk cairan pada tubuh korban.
Pejabat Pemberi Informasi RSUP M. Djamil Padang Gustafianof mengatakan, ketiga korban ledakan atas nama Firman, Kamundi, dan Siswoko masuk ke RSUP M Djamil sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.
"Kita mendapati ketiganya luka bakar disekujur tubuh yakni mengenai wajah, kaki, tangan, punggung, dan dada. Luka bakarnya, 40%, 44%, 53%," ujarnya.
Selain itu, tambah Gustafianof, ketiganya juga mengalami trauma inhalasi yakni trauma karena terhirup hawa panas seperti asap, gas, dan uap. "Keadaan mereka dalam kondisi berat," tukasnya.
Pihaknya melakukan penanganan gawat darudat luka bakar, kemudian melancarkan saluran pernafasan, pemberian cairan dan pemasangan infus. "Tindakan yang telah dilakukan tim dokter dengan memberi obat penahan sakit dan pengering luka," ujarnya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT NAL Fauzi kepada wartawan mengungkapkan, indikasi sementara pemicu ledakan pada lubang tersebut disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik.
"Kami bersama pihak terkait masih menyelidiki kebenaran dugaan tersebut. Kami juga akan bertanggungjawab untuk penanganan pekerja kami yang menjadi korban," tukasnya.
Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menginstruksikan agar perusahaan PT NAL bertanggungjawab membiayai pengobatan pekerjanya yang menjadi korban. "Apapun alasannya perusahaan harus menanggung biaya pengobatan, santunan untuk keluarga," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved