BPOM Sulselbar Periksa 8 Perusahaan Farmasi

Lina Herlina
28/6/2016 16:59
BPOM Sulselbar Periksa 8 Perusahaan Farmasi
(ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulselbar memeriksa 8 perusahaan besar farmasi untuk mencegah beredarnya vaksin palsu. Kepala BPOM Sulselbar M Guntur mengatakan sejak pekan lalu petugas BPOM telah turun ke lapangan untuk mencari peredaran vaksin palsu.

"Kita sudah periksa pedagang besar farmasi (PBF) di Makassar, tetapi dari pemeriksaan memang tidak ditemukan peredaran vaksin palsu di Sulsel," jelasnya, Selasa (28/6).

Selain memantau dan mengawas di Kota Makassar, rencananya mulai hari ini BPOM juga akan menurunkan beberapa tim untuk memantau makanan dan kosmetik berbahaya atau ilegal serta vaksin palsu di klinik swasta sampai di Kabupaten Barru dan Luwu.

Ia berharap hasil pantauan dan sidak BPOM nantinya tidak menemukan adanya vaksin palsu, karena selama ini yang terdeteksi hanya di Tangerang dan Bekasi, apalagi pelakunya sudah ditangkap.

"Mudah-mudahan sudah tidak beredar karena sindikatnya sudah ditangkap. Itu kriminal, sebetulnya bukan wewenang badan POM tapi kami tetap koordinasi," lanjutnya.

Jika nantinya di lapangan ditemukan adanya vaksin atau obat-obatan palsu, Guntur mengatakan, akan langsung menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rahmat Latief lmemberi jaminan bahwa vaksin dan obat-obatan yang digunakan di Rumah Sakit pemerintah di Sulsel merupakan vaksin dan obat-obatan yang sudah terjamin keasliannya.

Menurutnya vaksin dan obat-obatan yang digunakan di RS pemerintah bersumber dari kementerian kesehatan dengan pengawasan yang sangat ketat.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga mengaku, belum menerima laporan mengenai adanya laporan vaksin palsu yang beredar di Sulsel. Namun, ia tetap menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, dan Puskesmas untuk mewaspadai hal tersebut. "Saya belum terima laporan, tapi tetap harus diwaspadai," kata Syahrul, Selasa (28/6).

Ia meminta agar semua pihak teliti sebelum menggunakan vaksin. Jangan sampai, vaksin palsu yang beredar itu masuk ke Sulsel. "Harus teliti sebelum menggunakan. Jangan sampai masuk kesini," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya