Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTIGASI terhadap vaksin palsu yang ada di Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hery Wiyanto menjelaskan Polda Bali akan menggandeng BPOM Bali, Dinas Kesehatan Bali, dan seluruh kabupaten dan kota di Bali untuk bersama-sama melacak keberadaan virus palsu.
"Kami akan menggandeng BPOM dan Dinas Kesehatan setempat untuk melacak vaksin palsu di Bali. Kami akan mengecek baik agen, apotik, penyalur, dan semuanya. Pemeriksaan akan dilakukan secara ketat," ujarnya di Denpasar, Selasa (28/6).
Menurutnya, investigasi vaksin palsu akan terus dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bila ditemukan vaksin pelaku, Polri tidak segan-segan mengambil langkah hukum.
"Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku karena ini merusak generasi bangsa. Coba Anda bayangkan, kalau ini sudah terjadi sejak 13 tahun lalu, artinya banyak anak sekarang yang sudah hampir remaja tumbuh secara tidak sehat karena vaksinya palsu," ujarnya.
Menurutnya, investigasi vaksin palsu itu akan terus dilakukan karena Bali harus benar-benar bersih dari vaksin palsu.
Hery mengatakan penyidikan menggandeng Dinas Kesehatan dan BPOM dilakukan karena ini sangat rumit. Anggota Polri bertugas melakukan upaya hukum. Sementara Dinas Kesehatan dan BPOM yang menentukan apakah ini vaksin palsu atau tidak.
Bila ditemukan vaksin plasu, tugas polisi untuk menelusuri secara detail dan semua yang terlibat dipastikan akan mendapatkan sanksi hukum setimpal.
Sebelumnya diberitakan, peredaran vaksin palsu telah berlangsung 13 sejak tahun lalu. Vaksin palsu yang diproduksi di Jawa tersebut telah beredar di seluruh Jawa, Sumatera, Bali dan Indonesia bagian timur lainnya.
Kondisi itu diperparah dengan ketidakmampuan masyarakat baik paramedis yang tidak bisa membedakan vaksin palsu dengan yang asli. Dipastikan, anak-anak yang berusia 13 tahun ke bawah telah mendapatkan vaksin palsu tersebut. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved