40 Titik Rawan Intai Penumpang Kereta Api

09/7/2015 00:00
40 Titik Rawan Intai Penumpang Kereta Api
(ANTARA/Risky Andrianto)
SEDIKITNYA ada 40 titik rawan di sepanjang jalur kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, yakni mulai Cikampek, Jawa Barat, hingga  Brebes, Jawa Tengah.

"Titik-titik rawan itu mulai dari rawan bencana banjir, rawan tindak kriminalitas, rawan di pintu perlintasan, dan rawan di jembatan," ujar Vice President PT Kereta Api Daop 3 Cirebon, Suparno, kemarin.

Untuk titik rawan tindak kriminal, lanjut Suparno, pihaknya akan menambah jumlah personel untuk menjaga keamanan. Sedikitnya ada 800 hingga 1.000 petugas keamanan yang akan disiagakan, termasuk di titik rawan.

Pada kesempatan sama, Manajer Humas Daop 3 Cirebon Supriyanto menambahkan daerah rawan kriminalitas terutama pelemparan batu ke kereta. "Terutama setelah sahur dan menjelang berbuka puasa," terang Supriyanto.

Pelakunya kebanyakan anak-anak iseng yang sedang liburan sekolah. Adapun titik rawan pelemparan, di antaranya sepanjang Brebes hingga Tegal, Brebes-Tanjung, dan sepanjang Arjawinangun hingga Kertasemaya.

Jumlah polisi khusus kereta api juga ditambah menjadi 35 personel, untuk mengamankan titik-titik rawan pelemparan.

Apabila ada anak tertangkap saat melempari kereta api dengan batu, orangtuanya akan dipanggil untuk diberi pengarahan.

Di Tasikmalaya, penjagaan seluruh stasiun kereta api mulai diperketat termasuk pula pengamanan jalur kereta api yang rawan longsor.

Kepala Humas Daop 2 Bandung, Zunerfin, mengatakan ada 1.800 pengawai akan melakukan perbaikan perlintasan, dan tidak boleh ada yang cuti selama arus mudik dan balik.

Mereka akan siaga memperbaiki jalur kereta api di titik-titik rawan longsor atau ambles. PT KAI juga berkoordinasi dengan Polri untuk mengamankan gerbong kereta sekaligus mengantisipasi kejahatan dan pencurian di dalam kereta.

Kepala Stasiun KAI Kota Tasikmalaya Sutardi menambahkan, jelang Lebaran, ada penambahan pemeriksaan jalur oleh petugas PT KAI. Biasanya pemeriksaan jalur kereta dua kali dalam sehari, kini menjadi tiga kali dalam sehari pada sore, malam dan pagi hari.

"Kami meminta petugas terus memantau keamanan setiap gerbong sehingga membuat nyaman para pemudik," jelasnya. (UL/AD/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya